Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

riasan ubi sang amatir

Gambar
edisi kartini bener-bener mengajarkan gue menjadi seorang wanita sejati, kenapa karena gue menjadi seorang koki meskipun hanya menjadi koki selama 30 menit.
dengan keteguhan hati dan tanpa persiapan karena seharian cuma tidur di kamar, gue bersama icen menjadi salah satu kolega perang ubi mewakili asrama A5 Silvasari yang tak lama lagi menjadi sebuah kenangan yang tak mungkin terlupakan.
dengan berbekal susu cokelat dan misiceres yang gue beli di alfamidi gue berangkat menuju rusunawa, tempat dimana gue dan icen bakal bertanding menghias ubi semampu kami. sebenarnya was-was juga karena kami satu yim harus bertiga tapi, kami cuma datang berdua karena mami ghaida gag terancam telat karena sebuah urusan yang tak terduga. tapi sepertinya Allah berkehendak lain karena mengirimkan latifah bersama icha yang buah karika serta dengan tulus mau menggantikan mami ghaida. terimakasih ifah.
ya dengan semangat kami langsung mengupas kulit ubi yang dibagikan panitia, semangat kami mengebu-gebu dan …

B melewati C untuk sampai di D

Hidup selalu berawal dari B dan berakhir pada kisah yang berinisial D, tapi untuk menuju D kita memiiliki jalan yang diberikan inisial C. kalian tahu?? Apa itu B, C dan D??.
Semua inisial itu adalah proses kehidupan, proses yang bercerita dari “B” birth (lahir) yang merupakan awal kehidupan kita dimulai. Kejadian pertama kali kita menghembuskan napas dan menghirup segarnya udara. Pertama kali kita keluar dari tampat yang sempit dan gelap serta merasakan kelonggaran. Dan saat itu semua orang disekeliling kita tesenyum bahagia, sangat bahagia bahkan ayah relakan cuti beberapa hari demi menemani kita, ibu lebih hebat lagi memperjuangkan nyawanya demi melahirkan kita. Dengan lemas ibu tersenyum saat mendengar kita menagis sebagai tanda bahwa kita selamat. Itulah awal kehadiran kita, disambut senyum dan tawa semua orang meskipun kita sendiri menagis keras.
Kehidupan terus berjalan, dan tibalah saat kita melewati proses yang berinisial C “choice” (pilihan). Itulah kelebihan yang dikaruaniakan…

hikmah dibalik peristiwa

Belum kering rasanya peluh yang menetes dari tubuh ayah, kini ia harus kembali lagi bekerja malam demi kehidupan kami. Hanya ditemani lampu minyak yang berasap hitam ia menganyam tikar dari daun pandan yang ia cari sejak sore tadi, setelah seharian mencari rumput untuk sapi pak maman. Inilah ayah ku sosok perkasa yang rela membanting tulang demi memenuhi kebutuhan kami. “uhuk..uhuk..” terdengar suara amak yang memilukan dari bali bilik berukuran tak lebih dari dua kali satu meter. Sudah sebulan amak menderita penyakit yang menyerang paru-parunya, entah apa nama penyakit itu ayah bilang sulit untuk menyambungkan kata dari dokter padaku tentang nama penyakit itu. Ayah hanya tahu penyakit yang diderita ibu disebabkan oleh banyaknya asap kotor yang dihirup, di tambah lagi pondok papan kami yang yang berada didekat pabrik dan tidak memailiki fentilasi yang layak. Usia ayah sudah tak lagi muda, kepala lima yang telah melekat padanya memandakan sudah cukup asam manis kehidupan yang ia tengguk …

peristiwa dibalik peristiwa

jika ditanya siapa inspirator anda maka dengan tegas akan ku jawab...
Alam adalah inspirator ku, banyak hal yang bisa kita ambil hikmahnya dari alam.
dari petir aku bisa mengambil hikmah jangan suka berteriak, karena ternyata debga teriakan mampu membunuh suatu makhluk. bayangkan saja jika kita teriak dan orang didepan kita tiba-tiba terkena serangan jantung.
bahkan aku bisa melihat awan yang hitam menggumpal saat hujan.
disana mengisyaratkan bahwa sebelum datang sebuah rahmat dari Tuhan akan ada suatu masalah yang memghampiri hidup kita.
karena Tuhan selalu menyelipkan sebuah arti dari setiap peristiwa.