B melewati C untuk sampai di D


Hidup selalu berawal dari B dan berakhir pada kisah yang berinisial D, tapi untuk menuju D kita memiiliki jalan yang diberikan inisial C. kalian tahu?? Apa itu B, C dan D??.

Semua inisial itu adalah proses kehidupan, proses yang bercerita dari “B” birth (lahir) yang merupakan awal kehidupan kita dimulai. Kejadian pertama kali kita menghembuskan napas dan menghirup segarnya udara. Pertama kali kita keluar dari tampat yang sempit dan gelap serta merasakan kelonggaran. Dan saat itu semua orang disekeliling kita tesenyum bahagia, sangat bahagia bahkan ayah relakan cuti beberapa hari demi menemani kita, ibu lebih hebat lagi memperjuangkan nyawanya demi melahirkan kita. Dengan lemas ibu tersenyum saat mendengar kita menagis sebagai tanda bahwa kita selamat. Itulah awal kehadiran kita, disambut senyum dan tawa semua orang meskipun kita sendiri menagis keras.

Kehidupan terus berjalan, dan tibalah saat kita melewati proses yang berinisial C “choice” (pilihan). Itulah kelebihan yang dikaruaniakan Allah pada kita, akal, hati dan nafsu. Sekarang pilihanya bagaimana kita menjaga karunia yang telah diberikan dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Timbul lagi sebuah pertanyaan apakah pilihan yang kita buat mampu mempertahankan senyuman terbaik orang-orang disekitar kita, seperti saat pertama kali kita menyambut segarnya udara. Atau memabuat senyuman itu menjadi sebuah malapetaka karena mereka enggan dengan tingkah kita.
Perjalanan untuk menetukan sebauh pilihan memang tak mudah, tak jarang kita melakukanya dengan ceroboh. Sampai kita harus jatuh pada satu lubang yang sama untuk beberapa kali, dan tak sedikit kita mulai menyakiti orang-orang di sekitar kita. Membuat senyuman mereka memudar dan mulai tampak samar. Tapi tak jarang juga kita membuat mereka bangga dengan pilihan yang kita buat, karena pilihan yang kita ambil benar. Dan keberhasialan kita untuk menyambut masa depan inisial D ada di sini, bagaimana kita memilih saat kita masih mampu bernapas.

Kini tiba waktu perpisahan tiba, karena kehidupan di bumi Allah ini tidaklah abadi. Seperti aliran air, dimulai dari proses penguapan air laut lalu menjadi gumpalan awan di langit, kemaudian terbawa angin hingga sampai di dataran tinggi. Awan mengalami proses kondensasi yang menyebabkan gumpalan awan meneteskan bulir-bulir hujan yang jatuh dan mengalir di hamparan lereng. Mulailah perjalan air yang berliku dari muara yang berkelak-kelok sampai kehulu yang penuh dengan batuan besar. Atau harus rela berkubang dengan sampah jika aliran yang kita lewati tak lagi terjaga. Dan sampaila aliran air itu di lautan. Hanya begitu kehidupan kita bearawal dari penciptaan berakhir pada “D” death (kematian).

Komentar