Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

kulil khaqa walaukaana murran

"waktu tiga tahun itu tidaklah singkat. akan tetapi, itu terlalu lama bahkan sangat lama. menunggu kepastian saat membuka mulut dan mulai angkat bicara. menunggu kata-kata lama yang menjadi ciri khas. kediamanmu menumbuhkan berjuta pertanyaan juga berjuta penyesalan."

begitulah cerita seorang sahabat pada saya. cerita ketika ia harus menghadapi kenyataan pahit yang sempat membuatnya gundah. kenyataan saat ia menunggu suara dari saudaranya yang tenggelam dalam dunianya sendiri.
akhir minggu kemarin sahabat saya bercerita. "umi.. akhirnya dia mulai angkat bicara setelah tiga tahun hanya diam seribu bahasa" saya tersenyum ikut bahagia.
dia sempat berbagi cerita kepada saya bahwa kunci dari kesuksesan komunikasinya adalah jujur. karena ketika ia mulai lelah menunggu lebih lama. ia berpikir mungkin saat inilah ia mulai mengungkap segala apa yang menjadi beban pikirannya.
satu pelajaran yang bisa saya petik dari ceritanya adalah "komunikasikan segala sesuatu dengan…

gantikan keluhan dengan senyuman

Gambar
‘Mengeluh’ ya… kata itu yang selalu tepikir dalam otak dan pikiranku. Kata itu selalu meluncur dengan sepontan tanpa pamit bahkan mengucapkan salam terlebih dahulu. Terkadang lebih parah lagi, aku bahkan menyalahkan tuhan atas setiap keluhan-keluhan yang aku rasakan.
Bersyukur mungkin kata itu benar-benar mulai menjauhi perjalanan hidupku. Rasanya hampir lupa kapan terakhir kali aku mengucapkannya. Bahkan untuk berpikir tentang jawabannya saja aku mulai malas. Entahlah apa sebenarnya kepuasan yang aku cari, aku juga bosan dan mulai malas untuk memikirkan jawabanya lagi.
Setiap kali mengeluh, hanya kemarahan yang siap menemani dan menghampiri. Dan ketika itu aku yakin setan tengah tersenyum lebar dan menatapku dengan kasihan.Begitu bodoh apa yang telah aku lakukan, toh jika dipikirkan lagi berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia jika hanya aku mengeluh.
Coba saja kita hitung bersama-sama, dalam sehari kita mengeluh terkadang lebih dari tiga kali, bangun tidur air mati kita mengeluh, mau…

memories of A5 Sylva

Gambar
Jika engkau ingat 26 juni 2011 yang lalu Maka air mata ku menjadi tak mau tahu Mengalir menghujani bahu Basah dan menggenagi mataku
Jika engkau ingat 27 juni 2011 kebelakang Engkau akan melihat sebuah kenangan Perpisahan dan pertemuan Senyuman juga tangisan


Setahun bukan waktu yang singkat, juga bukan waktu yang lama untuk menemukan kembali sebuah keluarga. Keluarga besar yang tak akan aku temui jikalau aku tak pernah menginjakkan kaki di bumi kota hujan ini. Sabang sampai merauke aku temui. Mereka menjadi bagian dari kepingan puzzel kecil dalam perjalanan hidupku, menjadikannya bertambah indah dan begitu menajubkan. Merekalah keluarga besar yang aku temui dalam banyak waktu dan kesempatan. Menceritakan keluarga ku itu artinya bercerita tentang 316 & 314, bahkan A5 atau dalam satuan yang lain Q04, IMAPEKA mungkin atau Koran Kampus. Tapi sekarang yang ingin aku lakukan adalah bercerita tentang keluarga TPB. Keluarga yang selama satu tahun ini banyak menghiasi potongan memoriku. dan semua itu…

akhirnya selesai juga

alhamdulillah segenap puji syukur kepada Allah, akhirnya hari-hari berat menjalani masa TPB yang kata orang adalah Tingkat Paling Bahagia akhirnya selesai juga. hari ini (15/06/12) ujian berat yang pertama benar-benar GOOD BYE.

bahagia itu pasti meskipun gue tahu bakalan banyak ujian berat lain yang siap menunggu, tapi ketika sebuah ujian akhirnya terlewati gag salah dong gue bersenag senang. yah, karena gue selalu inget bahwa sesudah kesulitan kemudahan itu selalu mengiringi.

TPB berakhir hanya menunggu keputusan, dan gue sangat berharap kalau gue masih bisa berjuang bersama sahabat-sahabat gue meraih mimpi di IPB.

good bye asrama

Gambar
27 juni 2011 baru saja kemarin terlewati belum lama, hari pertama saat aku menginjakkan kaki di kota hujan dan resmi menjadi salah satu penghuni asrama A5 Sylva Sari yang menjadi kebanggaan kami. dan tanpa terasa bulan juni kembali tiba menyapa, bersiap menyongsong generasi baru yang tanpa senagaja menggantikan kami menghuni asrama tercinta ini.

serasa baru kemari aku mengenal sosok-sosok baru yang kini menjadi keluarga baru ku. dan tak lama lagi keluarga itu harus kembali berganti dengan adaptasi baru memulai hari baru yang tak lagi sama.

balkon yang menjadi saksi kegilaan kita hanya akan berdiam tanpa perlu berbicara. langit langit tua dan lorong lorong panjang akan menjadi saksi dari setiap canda tawa serta kesedihan kita. begitu cepat ternyata Allah memisahkan kita dari pertemuan yang hanya sebentar saja.

18 juni 2012 mungkin itulah resminya kita meninggalkan asrama tercinta, bahagia? iya tentunya. sedih ? itu pasti. dan bagiku tak ada tempat yang paling indah selain di asrama, m…