memories of A5 Sylva


keluarga besar 3A

Jika engkau ingat 26 juni 2011 yang lalu
Maka air mata ku menjadi tak mau tahu
Mengalir menghujani bahu
Basah dan menggenagi mataku

Jika engkau ingat 27 juni 2011 kebelakang
Engkau akan melihat sebuah kenangan
Perpisahan dan pertemuan
Senyuman juga tangisan



kamar tempat menyimpan banyak memori
Setahun bukan waktu yang singkat, juga bukan waktu yang lama untuk menemukan kembali sebuah keluarga. Keluarga besar yang tak akan aku temui jikalau aku tak pernah menginjakkan kaki di bumi kota hujan ini. Sabang sampai merauke aku temui. Mereka menjadi bagian dari kepingan puzzel kecil dalam perjalanan hidupku, menjadikannya bertambah indah dan begitu menajubkan. Merekalah keluarga besar yang aku temui dalam banyak waktu dan kesempatan.
Menceritakan keluarga ku itu artinya bercerita tentang 316 & 314, bahkan A5 atau dalam satuan yang lain Q04, IMAPEKA mungkin atau Koran Kampus. Tapi sekarang yang ingin aku lakukan adalah bercerita tentang keluarga TPB. Keluarga yang selama satu tahun ini banyak menghiasi potongan memoriku.
dan semua itu benar adanya. karena sungguh tak terasa 27 juni yang lalu. untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di kampus hijau nan permai ini. disambut hangat oleh kakak senior resident dari asrama sylva sari. pertama kalinya pula aku harus benar-benar merasakan hidup beda provinsi dengan keluarga.
balkon kebanggaan cuma punya Sylva
asrama tercinta A5 Sylva
di asrama inilah akhirnya keluarga baru ku mulai dirintis. awalnya memang sedikit berat tapi pada akhirnya aku bahagia. merasakan kenyamanan bahkan rasanya akan terlalu berat jika aku meninggalkan asrama. tapi peraturan tetap peraturan.
generasi 49 akhirnya tiba. dengan semangat yang menggebu seperti aku dulu. polos, lugu dan berat untuk meninggalkan kampung halaman. tapi percaya gag percaya mereka pasti akan seperti aku. mencintai asrama dan menemukan kenyamanan itu.
ujung balkon yang menghadap ke Amarilis
tempat berbagi sinyal wi-fi
18 juni 2012, pengusiran atas kamar ku benar-benar nyata. berat rasanya harus menyimpan memori dalam tumpukan kardus dan kertas bekas. meninggalkan asrama yang kini jadi rumah baruku. tempat melepas lelah, tempat berbagi canda dan tawa.
kamar yang jadi saksi lelahnya hari yang aku lalui. menjadi saksi tentang segala keluh kesah. tentang cinta, keluarga, akademik, dan cerita lainnya. balkon tempat kami merefres kembali dari kejenuhan. tempat belajar yang asik saat ujian, tempat olah raga yang menyenangkan bahkan tempat yang enak untuk berkejaran saat salah seorang dari anggota keluargaku berulang tahun.
keluarga tercinta kamar 314 & 316
gedung amarilis sebagai sumber informasi. selalu setia menyediakan sinyal wireless tanpa pernah lelah. di ujung balkon itulah aku dan keluargaku saling berbagi sinyal yang kecepatannya tak seberapa itu. ya itulah indahnya keluarga 3A yang akan selalu ku kenang selamanya. tapi yakin saja Allah pasti punya rencana yang tak pernah kita duga. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kalimat Motivasi

perjalanan