petasan dan Ramadhan

"dor...dor..dor..."

itu bukan suara bom atau meriam waktu perang. melainkan suara berisik tetangga saat Ramadhan tiba. iya bukan karena mereka sedang bertengkar, atau kompor yang digunakan untuk sahur meledak. tapi sumber suara itu berasal petasan yang beratnya tidak sampai 50gram.

biar kecil suara yang  ditimbulkan dari benda itu tidak kalah dahsyat dengan suara senapan yang mengerikan.

euforia ramadhan sepertinya tidak akan nikmat jika benda yang dinamakan petasan ini tidak terlibat. sebenarnya suara ini sedikit bikin jantungan, marah atau terganggu. tapi seperti sebuah budaya sampai tidak terlalu banyak orang yang mengusik keberadaanya.

sebenarnya larangan bermain petasan itu ada, tapi karena euforianya banyak yang tidak mengindahkan. menganggu sih, tapi karena budaya jadi biarkan saja. biar kecil tapi berbahaya, akan tetapi banyak yang berpikir biarlah saja.

petasan dan Ramadhan itu seperti gula dan teh, alias barang komplementer dalam ilmu ekonomi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kalimat Motivasi

perjalanan