Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2012

gelisah dipenghujung Ramadhan

akan terasa menyedihkan ketika ramadhan yang hanya 30 hari akan beranjak pergi, menunggu sebelas bulan yang akan datang pasti akan lebih sulit dan lama sekali. tatkala ramadhan pergi maka kumandan takbir bergema ke seantero negeri, sungguh merdu sekali. tapi sekelebat bayangan dalam hati akankah ramadhan esok akan aku temui lagi. hanya Allah yang mahamengetahui.
target ramadhan tahun ini (istghfar dalam hati) belumlah terpenuhi, sedih rasanya ramadahn dengan cepat sekali meninggalkan kami. lantas tahun depan apakah Allah masih mau memberikan kesempatan ramadahn untuk saya lagi (wallahi), saya cuma mampu berharap semoga Allah masih mempercayakan ramadhan tahun depan untuk bertemu kembali.
kini bang lebaran telah menati hati-hati yang suci, lantas tersenyum manis sekali. namun, inilah kegelisahan ku dalam hati, ramadhan usai, lebaran tiba, artinya waktuku bertahan di bumi pekalongan semakin sempit saja. seperti berontak otak saya, kenapa ramadah begitu cepat pergi meninggalkan kita. sa…

harapan untuk negeri

Indonesia negriku dengan segenap kekayaanya kini memasuki usianya yang ke 67 tahun.  kemerdekaan yang di beli dengan jutaan nyawa pejuang yang syahid demi sebuah kemerdekaan. negeriku tersayang Indonesia, usiamu sungguh tak lagi muda bahkan bisa dibilang kau sudah cukup tua. tapi, melihat kenyataan bahwa potret bangsaku yang notabandnya merdeka selama 67 tahun ini masih begitu suram. harapanku begitu dalam semoga bangsaku akan terus menjadi bangsa yang bersahaja, hingga ia tetapdisegani oleh bangsa mancanegara. indonesiaku engkau negeri kaya. semoga di tahun ke 67 ini Indonesiaku kembali menjadi macan Asia. semoga korupsi tak lagi merejalela, semoga pendidikan di negeriku kian hari kian baik dan bukan hanya mereka yang beruang saja yang mampu sekolah tapi mereka yang tak mampu juga mampu menikmati masa itu. hingga kemiskinan dinegeriku semakin berkurang bahkan hilang. semoga pemimpinku menjadi pemimpin yang amanah, yang bijaksana, semoga pemimpin negeriku adalah pemimpin yang Allah p…

Cintanya Ada Di MAHARANI

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kapada api yang menjadikannya abu aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
sepenggal sajak Supardi Djoko Damono yang dikirimkan mas wawan pada Dinar Puspa.
Ternyata cinta memang datang dengan tiba-tiba, tak mengenal kapan, siapa, dan kepada siapa ia akan berlabuh. Tak kenal seberapa lama kamu mengenalnya sebarapa sering kamu berinteraksi dengannya. Tapi cinta selalu datang dengan semaunya. Mungkin itu yang dirasakan oleh seorang yang baru saja memproklamirkan dirinya sebagai kakak angkat saya “Wawan Dwi Armando” begitu dia menyebutan namanya.
Hanya butuh satu bulan untuk menaggumi sahabat baru saya Dinar Puspa Indah. Mahasiswa jurusan biologi angkatan 48, caranya berbicara dan berpikir selalu membuat saya kagum. Dewasa itu kesan saya padanya, meskipun lahir dari kota metrapolitan Jakarta tundak tunduknya Jawa punya (sopan, kal…

welcome tuk kembali

tak ada kata yang indah kecuali mengucap syukur alhamdulillah, mengucap tasbih subhanallah, dan menggetarkan bumi ini dengan kalimat Allahu akbar. Pekalongan kota tujuan sebagai pemberhentian hari ini, dengan mentari yang bersembunyi dibalik awan menyapa kami. Rombongan perantau yang menamai dirinya sebagai IMAPEKA IPB dengan hari bungah memasuki kota dengan senyuman terindah. setelah perjalanan panjang selama delapan jam ditambah sebuah tragedi ban pecah yang hampir saja memakan korban (lebay...). namun semua kenikmatan ini tak akan ada artinya jika tak diiringi dengan rasa syukur kita pada Allah SWT.
#satu-satunya cewek angkatan 48
"dek cewek 48sendiri ya?" ~tanya mbk iqoh malam sebelum keberangkatan~ 
cuma tersenyum cengengesan. karena cuma sendirian terpaksa deh saya yang ngurusin masalah snack dan keuangan.heee, biar cuma saya seorang tapi tak apalahini pekerjaan mulia yang pentingkan saya bisa pulang dengan selamat sampai tujuan. toh pada praktiknya bukan saya saja yan…

pulang kampung

yeee tanggal 11 agustus 2012, wuihh itu besok mamen...."pulang...pulang...pulang" rasanya udah pengen nyekip tanggal 10 aja nihh...
akhirnya setelah terjebak pada lubang kebenaran selama dua bulan, saya bisa menghirup udara kebebasan menuju jalan surga "RUMAH". bayangan sambutan dari keluarga, tetangga, dan sahabat-sahabat saya sudah menghantui perasaan saya.
entah saya jadi inget obrolan konyol beberapa saat yang lalu dengan kak tony, kak erma, mbk efi, ama jihad.
"lu mesti kalo pulang disambut sama orang sekampung ya?" (kak tony)
emmm gag sepenuhnya bener sih, tapi gag sepenuhnya salah juga.
"balik kapan kowe um" "mbk liburan pog?" "mbk umi liburan nyampe kapan?"
"nen ngomah dek kapan mi?"
semua pertanyaan yang biasa diajukan oleh para tetangga dan saudara di kampung jauh yang sinyal hpe aja musti naik pohon 
dari semua warga kampung yang dulunya sekolah bareng saya, hanya saya seorang yang sampai saat ini masih betah …

sahur mie beng-beng

Gambar
"umi mau sahur gag?"

"hem...."

begitulah cara kawan kost, saat membangunkan saya
sambil terus mengumpulkan nyawa yang tercecer entah kemana.

"udah jam 4 tapi" 

"apa jam 4?" begitu otak saya segera memproses kesiangan alamat saya gag sahur pagi ini.

tapi saya jadi ingat sebuah artikel tentang berkah dibalik makan sahur maka dengan berat saya menjawab.

"itu ada beng-beng 2 dinar makan aja umi satu dinar satu, itu juga ada mie gelas mau?"

"gag ah mi makasih"

setelah itu dia menghilang.........
semakin hari udara pagi di bulan ramadhan makin menggigit kulit ya? kali ini saya putuskan memakan mie gelas dengan beng-beng (bisa bayangkan kombinasinya). masa bodohlah yang penting pagi ini satu keberkahan masih bersama saya.



secuil tentang MAHARANI

keluarga baru, tetangga baru, sahabat baru, rumah baru, kamar baru. inilah rencana Allah untuk saya. setelah penggusuran atas diri saya dan barang-barang juni lalu, akhirnya saya kembali menemukan sebuah tempat naungan baru. tidak megah, tapi juga tidak terlalu kumuh. rumah sederhana dengan tiga lantai yang dikelilingi tembok-tembok perumahan warga. seperti sebuah takdir kami berdelapan dipertemukan dibawah satu atap, tiga lantai.

dinar biologi 48, nune ITK 48, fitria ITP 48, Icha KSHE 48, umi (yang punya blog) Fis 48, Esi AGH 48, Novi THP 48, Arbay Fis 48. kami semua dipertemukan oleh sebuah takdir yang memang sudah direncanakan sama Allah. karena mulai sekarang saya akan memastikan bahwa tidak ada namanya kebetulan. tapi ini memang rencana Allah yang maha dahsyat.

percaya tidak percaya rencana Allah itu memang indah kok, dan Allah tidak pernah mengingkari jaji-Nya. masih saya ingat kata pak ustadz saya "Allah pasti akan mengganti yang hilang itu dengan yang lebih baik". m…

teguran buat saya

Gambar
mbok jaw

apa kak?

tulisan anda tuh nulis opo kuwi . . g mbois blas
22:05 hehehe lagi maele mikir umi bingung hehe revisi dah mas mbois ki apa?
pada akhirnya saya harus mendapatkan teguran dari kak farid. entah ini komentar atas tulisan yang mana saya tidak tau. dan satu lagi "mbosis" itu bahasa mana ya kak?

kisah tanpa asa

waktu menunjukan pukul dua siang saat antrean di gedung Graha Widya Wisuda (Grawida) mulai mencapai klimaksnya. ratusan mahasiswa baru (maba) membentuk barisan panjang bak ular naga saat keluar dari pemeriksaan kesehatan. menunggu panggilan untuk segera mendapatkan jas Almamater juga jas Laboratorium. raut muka cemas dan lelah mulai tampak dari keluarga atau kerabat yang sedari tadi menanti diluar gedung grawida sejak pagi tadi.
sepasang mata sayu menghampiri meja layanan informasi dengan penuh harap. seorang bapak paruh baya yang usianya mungkin telah mencapai kepala lima. dengan nada resah bertanya pada petugas yang berjaga. "saya sudah menanti anak saya sejak jam 7 pagi tadi, tapi sampai sekarang (sambil melirik jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 14:45) dia belum juga keluar." kekhawatiran begitu tampak di raut wajahnya yang keriput dimakan usia. sang petugas yang buka pengawas dari semua maba hanya mampu memberikan jawaban yang sekiranya mampu menenangkan sang ba…