gelisah dipenghujung Ramadhan

akan terasa menyedihkan ketika ramadhan yang hanya 30 hari akan beranjak pergi, menunggu sebelas bulan yang akan datang pasti akan lebih sulit dan lama sekali. tatkala ramadhan pergi maka kumandan takbir bergema ke seantero negeri, sungguh merdu sekali. tapi sekelebat bayangan dalam hati akankah ramadhan esok akan aku temui lagi. hanya Allah yang mahamengetahui.

target ramadhan tahun ini (istghfar dalam hati) belumlah terpenuhi, sedih rasanya ramadahn dengan cepat sekali meninggalkan kami. lantas tahun depan apakah Allah masih mau memberikan kesempatan ramadahn untuk saya lagi (wallahi), saya cuma mampu berharap semoga Allah masih mempercayakan ramadhan tahun depan untuk bertemu kembali.

kini bang lebaran telah menati hati-hati yang suci, lantas tersenyum manis sekali. namun, inilah kegelisahan ku dalam hati, ramadhan usai, lebaran tiba, artinya waktuku bertahan di bumi pekalongan semakin sempit saja. seperti berontak otak saya, kenapa ramadah begitu cepat pergi meninggalkan kita. saat targetku belum juga usai, saat rinduku juga belum tercukupi. ternyata ramadhan yang indah harus cepat-cepat pergi.

saya benci harus menghitung hari, saya benci ketika waktu yang mengontrol hidupku. saya benci ketika semua orang bertanya kapan saya harus pergi. tak ada seminggu lagi, tak ada lima hari lagi. waktu berputar begitu cepat seperti gulugan badai yang sangat dahsyat. saya benci karena ternyata rindu itu masih bersemayam dan tak kunjung pergi.

gelisahku dipenghujung ramadhan, Allah semoga lailatul Qodar yang Engkau janjikan itu masuk juga dalam relung hatiku agar aku tak lagi gelisah dan risau terhadap rahmat-Mu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kalimat Motivasi

perjalanan