secuil tentang MAHARANI

keluarga baru, tetangga baru, sahabat baru, rumah baru, kamar baru. inilah rencana Allah untuk saya. setelah penggusuran atas diri saya dan barang-barang juni lalu, akhirnya saya kembali menemukan sebuah tempat naungan baru. tidak megah, tapi juga tidak terlalu kumuh. rumah sederhana dengan tiga lantai yang dikelilingi tembok-tembok perumahan warga. seperti sebuah takdir kami berdelapan dipertemukan dibawah satu atap, tiga lantai.

dinar biologi 48, nune ITK 48, fitria ITP 48, Icha KSHE 48, umi (yang punya blog) Fis 48, Esi AGH 48, Novi THP 48, Arbay Fis 48. kami semua dipertemukan oleh sebuah takdir yang memang sudah direncanakan sama Allah. karena mulai sekarang saya akan memastikan bahwa tidak ada namanya kebetulan. tapi ini memang rencana Allah yang maha dahsyat.

percaya tidak percaya rencana Allah itu memang indah kok, dan Allah tidak pernah mengingkari jaji-Nya. masih saya ingat kata pak ustadz saya "Allah pasti akan mengganti yang hilang itu dengan yang lebih baik". mungkin ini ganti keluarga saya di asrama. ya keluarga baru yang akan tinggal satu atap tiga lantai dengan saya selama tahun-tahun kedepan. lantas apakah saya lupa dengan keluarga lama saya yang telah banyak memberikan pengalaman menarik selama saya menginjak bumi kota hujan. tentu saja tegas saya tidak akan melupakan mereka. karena mereka tetap keluarga saya. sampai kapanpun.

bercerita mengenai keluarga baru saya, sungguh diantara mereka adalah orang-orang yang hebat. jiwa mereka besar dan penuh dengan ketulusan. kami tak saling kenal di awal pertemuan tapi pada akhirnya kami menemukan satu fokus untuk saling mengenal lebih dalam. tapi tenang perjalanan kita masih panjang kawan, masih ada hari-hari kedepan yang menanti arti keluarga, dan persahabatan kita.

MAHARANI, bakal menjadi saksi bisu tentang kita.

#secuil tentang maharani

rumah dengan tiga lantai, satu atap, delapan kamar tidur, dua kamar mandi, dua balkon yang lumayan digunakan untuk menjemur, satu dapur,satu gudang, delapan perempuan dengan latar belakang dan karakter yang berbeda. tak jauh dari MAHARANI berdiri dengan gagah panggung MAHAMERU yang baru saya berani sapa kemarin. mereka adalah para kakak angkatan 45,46 dan mungkin ada 47 yang dominasinya adalah Laki-laki. lantas ada MAHADEWA tersenyum manis di depan pintu masuk rumah adalah empat laki-laki seangkatan dengan kami yang ternyata adalah teman sekelas saya, teman lorong sahabat saya, teman kelas sahabat saya juga, dan satu lagi yang membuat saya terkejut kami adalah SAUDARA.

Maharani, Mahameru, Mahadewa kita adalah Saudara (sungguh saya tidak percaya). Ibu Tina begitu kami memanggil Ibu yang bertubuh besar itu karena ia memang lebih besar dari saya. beliaulah yang memiliki tiga tempat hunian yang cukup nyaman bagi mahasiswa. kami satu bos bos tina (kata bang Rosyid dalam sambutan saat syukuran Mas Wawan). tapi buat saya itu bukan bos tapi Ibu.


to be continue............

Komentar