welcome tuk kembali

tak ada kata yang indah kecuali mengucap syukur alhamdulillah, mengucap tasbih subhanallah, dan menggetarkan bumi ini dengan kalimat Allahu akbar. Pekalongan kota tujuan sebagai pemberhentian hari ini, dengan mentari yang bersembunyi dibalik awan menyapa kami. Rombongan perantau yang menamai dirinya sebagai IMAPEKA IPB dengan hari bungah memasuki kota dengan senyuman terindah. setelah perjalanan panjang selama delapan jam ditambah sebuah tragedi ban pecah yang hampir saja memakan korban (lebay...). namun semua kenikmatan ini tak akan ada artinya jika tak diiringi dengan rasa syukur kita pada Allah SWT.

#satu-satunya cewek angkatan 48

"dek cewek 48sendiri ya?"
~tanya mbk iqoh malam sebelum keberangkatan~ 

cuma tersenyum cengengesan. karena cuma sendirian terpaksa deh saya yang ngurusin masalah snack dan keuangan.heee, biar cuma saya seorang tapi tak apalahini pekerjaan mulia yang pentingkan saya bisa pulang dengan selamat sampai tujuan. toh pada praktiknya bukan saya saja yang mengurusi masalah snack ini.

"lha mosok umi jagok nen mburi, kan wedok dewean?"
~bertanya dengan wajah polos~
"nek kowe tah rag opo-opo mi, kan kowe cewek jadi-jadian?"
~aditya dan heidei beranggapan bahwa saya cewek bukan cewek tulen 
(cukup tahu saya mah)

tapi duduk dikursi paling belakang dengan bonus kursi sebanyak dua buah adalah bagian dari kado Allah untuk saya. tertidur dengan pulas setelah keluar dari kota hujan dan terbangun di kota udang. mana pernah bisa tidur nyenyak di dalam bus tanpa sakit leher kecuali malam tadi. dianggap sebagai cewek jadi-jadian itu bukan masalah bagi saya, toh itulah saya yang sebenarnya. tanpa harus menjadi orang lain untuk mendapat perhatian dan pujian. itulah saya cuek, tapi saya tetap wanita sejati meskipun bukan cewek tulen. hahaha

#berangkat dengan berat

berat mengangakat 20 dus snack yang tingginya mencapai 1 meter. mengendong tas yang berisi beberapa helai baju dan sebuah netbook. berat meningglkan keluarga baru fundrising, MPKMB49, MAHARANI, KORPUS, tapi lebih berat lagi jika saya tidak pulang untuk kembali kepelukan orang-orang tersayang di Pekalongan yang saya mimpikan setiap malam.

#disambut dengan senyuman

haru, bahagia juga ketenangan mulai menyusup saat gapura kota pekalongan menyambut saya dengan gagah di ujung jalan. bes mulai berjalan melambat sampai akhirnya berhenti di ponolawen. sosok ayah yang saya rindukan telah menati di tepi jalan. dengan batik panjang dan senyuman yang selalu saya rindukan. setengah berlari saya menghampiri beliau, menyambut tangannya yang kasar lalu menciumnya. hem,,,, dengan vespa tua kami pulang.

setiap hembusan napasku terasa lebih ringan lalu senyuman demi senyuman siap saya lempar kepada semua orang.

"welcome to my home again...
welcome to mesoyi
welcom to umii......



Komentar

  1. akhirnya umi pulang juga haha, balik lagi kesini bawa oleh2 ya mi :))

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kalimat Motivasi

perjalanan