Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

syndrome Sheila On 7

GWW penuh sesak rame
sheila gang beraksi memenuhi GWW dengan teriakan juga nyanyian. harusnya ini bisa jadi momen sejarah buat saya menghadiri acara konser musik yang memang untuk pertama kalinya. konser musik yang mendatangkan musisi kesayangan saya Sheila On 7, tapi ternyata Tuhan punya rencana lain. Tuhan tak menginginkan saya pergi,sebuah laporan yang saya tunda ternyata bisa jadi bumerang penghalang liburan saya. tak hanya itu tapi Tuhan juga mengingatkan saya bahwa 35rb itu bisa saya gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat. mungkin cuma lewat Mp3. tapi, semuanya toh tidak akan  mengurangi sensasinya.
meskipun nonton live gag bisa, bukan berarti saya harus bersedih hati, apa daya jika memang kenyataannya memang gag bisa. Tuhan punya rencana lain yang lebih indah pastinya dari nonton konser Sheila On 7 pasti saya yakin itu. saya cuma mau berdoa semoga Om duta masih mau mampir lagi ke IPB amien. :)

Radio

Lama aku terpisah
Dari dirinya
Sekian lama
Lama sudah berlalu
Tapi jejaknya
Ter…

Titip Bangku Ala Mahasiswa

Singkat cerita, kisah nyata kehidupan mahasiswa. Kisah tentang budaya unik yang menggelitik yang terkadang sungguh menarik. Mungkin awalnya akan sedikit tabu untuk di perbincangkan, namun setelah terkupas dengan pisau yang tajam semua enak saja diobralkan. Lika-liku menjadi mahasiswa ternyata lebih berkelok daripada kelokan dijalan pegunungan, lebih menerik daripada gossip, lebih berwarna dari pada cahaya.
Alkisah saya temukan juga kenyataanya. Pagi ini dengan santai ku masuki ruang kuliah yang masih cukup sepi, hanya ada sedikit mahasiswa yang saat itu hadir. Beberapa wajah mahasiswa rajin sedang membolak balik diktat, diantaranya juga ada yang mengotak-ngatik handphone sambil menunggu teman mahasiswa yang lain. Tapi, satu hal yang aneh. Seketika hal aneh itu mengagnggu pandanganku. Sebuah deretan bangku terdepan ternyata sudah menjadi hak milik orang yang sama sekali tak ada wujudnya. Deretan bangku kosong yang telah dipersiapkan bagi mereka yang ingi duduk di depan tanpa harus beran…

kabar dari Bapak

setitik rasa penyesalan mulai menyelimuti hatiku siang tadi, tepat pukul 11:53:31 sebuah pesan masuk dalam handphone bututku. sms dari Ayah yang selalu kurindukan sosoknya, mengabarkan sebuah berita tentang kedatangan tukang pos yang setia mengantarkan surat kepada seluruh pelosok daerah. berita tentang kedatangan sang IPK TPB semester lalu yang ternyata transkipnya juga dikirimkan ke rumah.
"mi nilai IPK baru sampai hari ini nilainya ... um" begitulah kiranya sms yang beliau kirimkan.
ada sedikit rasa kecewa karena ternyata IPK saya belum juga memenuhi target untuk memperoleh beasiswa unggulan. entah bagaimana ceritanya tanpa saya sadari ada air yang tiba-tiba mengalir di mata saya. sedih mungkin rasa itu yang saya rasakan ternyata perjuangan saya masih belum maksimum. dengan mata yang masih berkaca-kaca saya kirimkan sebuah balasan yang menurut saya adalah pembelaan atas diri saya yang kemarin kurang maksimum.
"maaf pak, gag nyampe 4, umi est usaha tapi nyatane cuma s…