kabar dari Bapak

setitik rasa penyesalan mulai menyelimuti hatiku siang tadi, tepat pukul 11:53:31 sebuah pesan masuk dalam handphone bututku. sms dari Ayah yang selalu kurindukan sosoknya, mengabarkan sebuah berita tentang kedatangan tukang pos yang setia mengantarkan surat kepada seluruh pelosok daerah. berita tentang kedatangan sang IPK TPB semester lalu yang ternyata transkipnya juga dikirimkan ke rumah.

"mi nilai IPK baru sampai hari ini nilainya ... um"
begitulah kiranya sms yang beliau kirimkan.

ada sedikit rasa kecewa karena ternyata IPK saya belum juga memenuhi target untuk memperoleh beasiswa unggulan. entah bagaimana ceritanya tanpa saya sadari ada air yang tiba-tiba mengalir di mata saya. sedih mungkin rasa itu yang saya rasakan ternyata perjuangan saya masih belum maksimum. dengan mata yang masih berkaca-kaca saya kirimkan sebuah balasan yang menurut saya adalah pembelaan atas diri saya yang kemarin kurang maksimum.

"maaf pak, gag nyampe 4, umi est usaha tapi nyatane cuma sampe segitu tok"
ini saya sebut sebagai pembelaan karena ketidak maksimuman saya dalam belajar.

ternyata kasih Ibu memang sepanjang jalan ya kawan, saya kira akan ada sebuah balasan pesan tentang rasa kecewa yang pasti tidak saya harapkan. namun, nyatanya sebuah wejangan dan motivasi yang saya dapatkan.

"syukurlah mencapai (angka). tingkatkan belajar jangan lupa berdoa memohon petunjuk dari Allah"
begitulah sms yang beliau kirim.

seperti memacu ardenalin saya. dengan semangat membara saya patrikan kedalam hati dan jiwa. saya harus bisa !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kalimat Motivasi

perjalanan