Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012
happy mother day :)
untuk emak yang tak kenal lelah, tak pernah mengeluh, tak pernah berhenti mencintai putra putrinya. ====================================================== empat orang putra engkau telah lahirkan, pada kami engkau berikan kasih sayang yang sama besar, tak pernah membedakan antara sulung dan bungsu. tanpa kenal lelah engkau mengajarkan pada kami tentang kehidupan. engkau tak mengajarkan pada kami tentang sebuah teori, namun engkau mengajarkan kami hakikat hidup yang sesungguhnya lewat tingkah laku, lewat sentuhan, lewat pelukan juga lewat air mata. ====================================================== sesaat kami tumbuh menjadi dewasa, semakin jarang intensitas pertemuan diantara kita, semakin berkurang waktu kita hanya untuk sekedar bercengkrama. hanya demi sebuah alasan tentang kesibukan kami yang sebenarnya tak sebanding dengan kesibukan mu. namun, engkau sabar menunggu kehadiran kami, menunggu kami pulang dan menyambutnya dengan senyuman. karena sebuah alasan t…
"bukan lantaran kesempatan itu yang tak berpihak hanya saja pintunya yang belum terbuka, hanya saja kamu yang masih terlalu malu untuk mengatakan apa yang sejujurnya. masih terlalu malu mungkin, atau kamu yang tak pernah berani tampil menunjukkan bahwa kamu bisa lebih".

Pasti Pulang

Gambar
akhirnya yang di tunggu datang juga, hari ini pukul 21:05 WIB sebuah telepon masuk. yang tampil di layar adalah nomor baru (maklum baru ganti nomor karena nomor lama rusak belum sempet di urus). sebuah panggilan sederhana dari kampung halaman tercinta nun jauh di atas bukit, yang dikelilingi perkebunan. suara ibu terdengar begitu lembut, ah suara yang aku rindu kan akhir-akhir ini. kali ini tidak ada percakapan yang lama, hanya bertukar kabar dan pertanyaan-pertanyaan kecil seperti biasa.

"kapan muleh?" "mboten ngerti, kayae tanggal 25" "neg gag iso muleh, yo gag usah di pekso"

aku tahu ada seberkas kerinduan yang mungkin sudah memuncak di hati mamak, tapi apa daya dan kuasa. jarak yang memisahkan kita tak membuat hati kita menjauh, malah kian lama kian mendekat an saling terikat.
di ujung percakapan ibu tampak kecewa karena aku tak mampu menjawab kapan aku bisa segera bersua, jujur saja aku juga ingin pulang setelah 25 oktober yang lalu hingga kini aku …

Menangislah Sebelum Menangis Itu Dilarang

bila gorengan tempe yang jatuh ke atas lantai pasti tak akan jadi masalah, sebelum diinjak sebelum kena kotoran semuanya akan baik-baik saja. namun lain halnya kalau air mata yang tumpah diatas lantai, mana bisa diambil lagi dan dimasukkan kembali ke kantung mata?. kalau sudah begini mau bagai mana lagi, ibarat nasi sudah jadi bubur toh semuanya sudah terlanjur. mau muterin waktu juga bakal sia-sia ya biarkan saja yang sudah terlanjur melihat agar tahu siapa kamu sebenarnya.
ah jadi malu, lagi-lagi mata yuyu kecolok dikit udah sakit lantas berair. banyak yang bilang menangis itu lemah, cengeng. mana boleh didentifikasaikan seperti itu, toh semua orang punya air mata. mereka bebas mau menangis atau tidak yang jelas menangis itu bukan memalukan tapi mengesankan. sebuah buku bilang, kalau mau nangis nangis aja kenapa malu, toh kamu punya alasan kenapa kamu menangis. lain halnya novel karya tereliye. disana dituliskan, kalau mau menangis menangis saja, tak perlulah gengsi toh mereka teta…

Kuliah Sabtu

Gambar
kuliah pagi, jika biasanya kuliah pagi bersama mamah dan aa' maka berbeda dengan kuliah pagi yang aku alami hari ini. kali ini kuliah pagi ku bersama dengan pak nurudin salah seorang dosen metode statistika, kuliah pagi ini terasa berbeda atmosfer damai tampak dari pancaran lampu yang redup. kelas yang biasanya dimulai dengan kegaduhan seperti pasar tampak tenang. namun, tampaknya damai tak sempat dirasakan dosen kami. matanya menatap kami tajam, namun ada ketenangan dari sorot mata beliau, ada sebuah pertanyaan yang nampaknya sudah membebani kepalanya untuk segera dituangkan kepada kami, mahasiswa-mahasiswinya.
satu, dua, tiga akhirnya sebuah kalimat sederhana terucap darinya. selamat pagi semua, ya akhirnya beliau mengeluarkan kata-kata itu juga. perlahan ia mulai melangkah mendekati deretan bangku depan lantas bertanya pada kami. kenapa kalian memilih ngisi bangku bagian belakang lebih dulu? ini yang depan masih kosong. lantas semua terasa sunyi, semua kepala menunduk tak bera…

Sebuah Perdebatan

Gambar
“Apa yang salah ketika seorang pangeran jatuh cinta pada seorang budak. Bukankah kalian yang mendemonstrasikan bahwa cinta tidak memandang harta, cinta tak memandang status. Tapi kenapa sekarang kalian malah yang menentang cinta itu bersemi disini. L” “Permasalahan yang muncul bukan karena cinta itu memandang harta, status atau sebagainya. Hanya saja cinta itu tak pantas jika antara dia dan dia. Lihatlah siapa dia pangeran putih belang hitam yang menjadi dambaan. Bentuk tubuhnya yang panjang menggambarkan supermodel idaman, tapi lihatlah dia yang disana. Cokelat belang-belang, bahkan seekor nyamukpun tak sudi menatapnya.”
“Sebentar kanapa engaku mempermasalahkan fisiknya. Apakah engkau masih mau mengelak bahwa engkau sama dengan mereka yang berteriak mendemontrasikan cinta tak memandang apa-apa. Tapi lihatlah engkau juga melakukannya.”
“Bukan-bukan aku tak seburuk itu, aku masih memegang kata-kata itu. Hanya saja sang pangeran salah memilih budak, sang pangeran salah memilih pujaan hatin…

Sembilan Belas Tahun (19)

berapa usiamu sekarang? "sembilan belas tahun" umi udah gede ya sekarang, begitulah semua orang mengatakanya sambil tersenyum. membuatku semakin malu. ternyata Allah telah mengingatkan ku tentang berapa banyak waktu yang telah aku ambil. dan sekarang aku tak tahu kapan jatahnya habis. kalo kuliah kita tahu jatah skip kita masih berapa, tapi kalo yang satu ini hanya sang sutradara handalnyalah yang tahu.
biar jauh ucapan selamat dan do'a sampai juga lho...

dunia yang berjarak ternyata tak menjarakkan komunikasi antara kita. "selamat ulang tahun umi, semoga berkah ya" do'a-do'a yang indah tetap tersampiakan pada sang pemilik hajat meski muka tak sempat bertatap. terimakasih atas do'a-do'a kalian yang berikan lewat sms, telpon, facebook, twitter dan lain-lain. semoga Allah menjawab do'a tulus kalian serta melimpahkan rahmatNya juga pada kita semua.

terimakasih untuk JIBRIL, KORPUS IPB, FISIKA IPB 48, 
pertama terimakasih dan selamat buat kelua…

pulang dan mimpi

kangen, ya hari ini aku merasa rindu. rindu untuk memulai lagi menyusun kata. rindu untuk segera menyelesaikan tugas dan pulang. rasanya baru satu bulan yang lalu saya pulang, menjenguk tanah kelahiran dan menikmati lebaran haji di sebuah bus ekonomi yang dijejalkan dengan paksa manusia-manusia rantau yang juga menahan rindunya seperti diriku. andaikan jarak pekalongan-bogor tak sejauh ini setidaknya tiap minggu aku bisa kembali dan mengobati rasa rindu yang menyiksa sekali.
aku tak pernah bisa membayangkan bagaimana kawan-kawanku yang lain bisa menahan rindu mereka. pulang hanya dua kali dalam setahun, bahkan tak jarang dari mereka memilih tidak pulang. apa mereka tidak kangen?. suatu ketika aku bertanya dan mereka cuma tersenyum, 'sebenernya pengen pulang juga mi, kangen sama orang tua. tapi aku malu, pergi jauh-jauh dan pulang belum bisa bawa apa-apa. pokoknya aku bakal pulang kalau sudah jadi orang'. cita-cita yang mulia bukan.