Kuliah Sabtu

kuliah pagi, jika biasanya kuliah pagi bersama mamah dan aa' maka berbeda dengan kuliah pagi yang aku alami hari ini. kali ini kuliah pagi ku bersama dengan pak nurudin salah seorang dosen metode statistika, kuliah pagi ini terasa berbeda atmosfer damai tampak dari pancaran lampu yang redup. kelas yang biasanya dimulai dengan kegaduhan seperti pasar tampak tenang. namun, tampaknya damai tak sempat dirasakan dosen kami. matanya menatap kami tajam, namun ada ketenangan dari sorot mata beliau, ada sebuah pertanyaan yang nampaknya sudah membebani kepalanya untuk segera dituangkan kepada kami, mahasiswa-mahasiswinya.

satu, dua, tiga akhirnya sebuah kalimat sederhana terucap darinya. selamat pagi semua, ya akhirnya beliau mengeluarkan kata-kata itu juga. perlahan ia mulai melangkah mendekati deretan bangku depan lantas bertanya pada kami. kenapa kalian memilih ngisi bangku bagian belakang lebih dulu? ini yang depan masih kosong. lantas semua terasa sunyi, semua kepala menunduk tak berani menatap sang bapak.

saya jadi teringat waktu ngajar di luar negeri, matanya menerawang ke langit-langit kelas mengingat masa-masanya dulu. mahasiswa-mahasiswa indonesia memang ternyata lebih suka duduk di belakang memendam pertanyaan dalam-dalam didalam otak. tak berani mengungkapkan pendapat, harusnya kalian tampillah kedepan jangan cuma menjadi followers saja. saatnya kalian maju menjadi pemimpin jadi leader. kami semakin tertunduk lama meresapi kata-kata bapak tadi.

aku benar-benar malu mendengar kalimat itu, aku tertunduk dalam mencoba merenungi kalimat demi kalimat yang beliau sampaikan. beliau lantas melanjutkan nasihatnya, saya merasa bahwa kalian adalah anak-anak yang hebat. kalian anak-anak yang pandai kalian punya ide yang sangat brilian, namun sayang ada sebuah keberanian yang terhalang. saya tidak tahu kenapa keberanian kalian terhalang, adakah trauma masa kecil yang menghalangi kalian akibat sering dimarahi waktu kecil. saya tidak tahu, yang pasti kalian harus maju, jangan pernah takut salah, toh saya tidak akan marah jika kalian salah. saya justru senang karena kalian akan lebih menyerap ilmu jika kalian telah melakukan kesalahan terlebih dahulu.

aku semakin menundukan kepala dalam-dalam meresapi kata demi kata yang beliau ucapkan. ah aku jadi semakin malu, sudah setahun lebih aku menjalani kehidupan dengan status yang membuat orang iri. namun, apa yang telah aku lakukan. sudahkah aku mengubah dunia, sudahkah aku melakukan hal yang berguna. bapak kembali menatap kami dan berkata kalian adalah anak-anak yang hebat saya yakin jika kalian tak bisa mengaplikasikan apa yang kalian dapat di kuliah, maka aplikasikan apa pengalaman yang kalian dapatkan selama kuliah. 

aku tersenyum mendengar kata-kata bijak sang bapak, tak menyangka kuliah sabtu yang membuatku malas tapi aku mendapatkan sebuah motivasi untuk menyemangati diri yang mulai lemas dan tak berdaya ini. 

Komentar