pulang dan mimpi

kangen, ya hari ini aku merasa rindu. rindu untuk memulai lagi menyusun kata. rindu untuk segera menyelesaikan tugas dan pulang. rasanya baru satu bulan yang lalu saya pulang, menjenguk tanah kelahiran dan menikmati lebaran haji di sebuah bus ekonomi yang dijejalkan dengan paksa manusia-manusia rantau yang juga menahan rindunya seperti diriku. andaikan jarak pekalongan-bogor tak sejauh ini setidaknya tiap minggu aku bisa kembali dan mengobati rasa rindu yang menyiksa sekali.

aku tak pernah bisa membayangkan bagaimana kawan-kawanku yang lain bisa menahan rindu mereka. pulang hanya dua kali dalam setahun, bahkan tak jarang dari mereka memilih tidak pulang. apa mereka tidak kangen?. suatu ketika aku bertanya dan mereka cuma tersenyum, 'sebenernya pengen pulang juga mi, kangen sama orang tua. tapi aku malu, pergi jauh-jauh dan pulang belum bisa bawa apa-apa. pokoknya aku bakal pulang kalau sudah jadi orang'. cita-cita yang mulia bukan.


Komentar