Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

Sumpek

beberapa waktu yang lalu, purnama benar-benar pada puncaknya. bulannya benderang tapi tidak dengan rasa ku. karena pada nyatanya saat itu hatiku sedang dilanda amarah, kosong, hampa bahkan jenuh. namun semunya tidak bertahan lama. karena sejujurnya tidak ada seorangpun di dunia ini yang betah dengan yang saya sebut dengan "Sumpek". semua kegiatanku jadi terasa makin berat saja, lalu setelah sejenak mendinginkan pikiran aku langsung teringat pada orang tua ku dirumah.
seusai sholat maghrib, aku ingat aku beberapa kali menghubungi ponsel bapak tapi lama tak juga mendapat respon. kemudian beberapa saat kemudian aku menelpon kakak perempuanku masih berharap agar segera mendapat ketenangan setelah mendengar petuah-petuah mereka. akhirnya setelah cukup lama menunggu sebuah panggilan akhirnya masuk juga ke ponselku.
suara khas bapak menyapa dengan ucapan salam yang komplit, sejujurnya aku tak tahu harus mulai dari mana. namun aku tahu bahwa aku merindukan mereka ternyata aku benar…

agen of change

selamat datang semester genap. pagi ini aku sudah berhasil melewati dua matakuliah dengan banyak pertanyaan dan kebingungan. tapi lagi-lagi sebuah pesan moral yang patut saya renungkan untuk kembali meluruskan niat dalam proses pembelajaran yang akan saya jalani selama semester kedepan ini.

beliau berpesan pada kami bahwa ada sebuah harapan besar atas orang-oarang di negeri ini yang di titipkan di pundak-pundak kami. beliau juga berharap kelak kami bukan menjadi seorang individu yang hanya berpikir tentang aku, dan aku. tapi menjadi individu yang mampu berpikir tentang orang lain. menjadi agen perubahan bagi bangsa indonesia yang sedang sakit. meneymbuhkanny dari luka yang dalam, membangunkannya adi tiduryang lelap. begitu kiranya yang saya tangkap.

bukan seorang dokter yang mampu menyembuhkan luka di bangsa ini, tapi kita sebagai agen of change yang begitu beruntung. setidaknya itu yang saya serap dalam pesan moral yang beliau sampaikan.

nostalgia bersama si hijau

Gambar
Ini masih soal perjalanan saya, sewaktu liburan kemarin nasib menperkenankan saya kembali bernostalgia dengan angkutan umum pada masa SMA dulu. Bus dengan tulisan ASRISA bewarna putih dengan gambar spideman. Selanjutnya sebuah angkutan umum berwarna orange dengan tulisan pekalongan-kedungwuni-kajen, atau angkutan hijau dengan tulisan kedungwuni-kajen-doro. Pelayanan yang diberikan masih sama seperti jaman dulu kala, hanya saja tarifnya kini berubah.

Dulu sewaktu saya SMA kendaraan umum inilah yang mengantarkan saya pulang ke rumah di akhir pekan. Cukup dengan membayarkan uang Rp 3000 saya bisa menikmati perjalanan dari pekalongan sampai pasar doro, itu kalau saya naik bus. Dengan syarat saya harus rela menunggu sampai satu dua jam untuk berangkat. Atau Rp 5000 untuk perjalanan dua kali naik angkutan umum bewarna orange dan hijau itu.  Dengan catatan akan menunggu lama saat menunggui angkutan hijau itu berangkat lagi.

Dari tadi menunggu menjadi catatan terberat bagi saya, angkutan um…

Pesan dari Seorang Lukman

Sore ini entah kenapa aku bosan sekali, sampai-sampai aku tergoda untuk membaca pesan di inbox yang mencapai jumlah ribuan itu. Mengenang kembali bagaimana aku dulu membaca pesan itu saat masuk dan membunyikan ringtonenya. Atau bagaimana ekspresiku saat aku membalasnya. Itu semua begitu mengesankan.

Pada sebuah folder ‘pesan yang telah disimpan’, aku menemukan sebuah pesan yang telah dikirim sejak 29 Oktober 2011 yang lalu. Pesan singkat dari seorang sahabat yang beberapa lama ini menghilang dan tak pernah pulang. Pesan yang begitu tulus,sederhana tapi menyentuh itulah yang membuat saya bersemangat dan bertahan sampai sekarang. Pesan itu selalu mengingatkan aku ketika aku merasa jenuh.

Pesan singkat itu berisi

“teman-teman mari kita luruskan niat kita masuk korpus, kita ini masih magang ‘belum resmi’ jadi kru korpus, gue sebagai PJS gag mau kalau misalkan dari kita ada yang gag lolos dalam acara inagurasi ini, termasuk gue. Ingat, perebutan HARGA DIRI, harga diri kita men. Yuk kita ba…

selamat sore

selamat sore bogor :)

sebuah pertanda ternyata, liburan akhir semester ganjil akhirnya telah usai. sebuah perjuangan baru siap menanti #katanya#. tinggal menunggu hari esok dan esoknya lagi, segala aktivitas dengan segudang tugas akan segera dimulai. harapan-harapan baru selalu muncul untuk kebaikan semester ini sehigga tidak menjadi keledai yang jatuh pada lubang yang sama, lagi-lagi ini juga soal katanya. maklum saja saya bukan orang yang pandai merangkai kata, sehingga banyak kata yang saya pinjam dari orang lain.
selamat sore bogor :)
soremu kali ini begitu cantik, bukan merayu. hanya menghangatkan hati dibawah sinar matahari karena lagi-lagi aku ingin bersyukur hari ini mataharimu cantik sekali. setelah sebelumnya aku menemukan bogorku dirundung hujan tiap hari. lantas ibu kota negaraku bagaikan kali.
selamat sore bogor :) akhirnya kita berjumpa lagi, setalah tiga minggu berpisah kini kita bertemu lagi dalam susana yang berbeda karena musimmu berganti. seperti siang digantikan mala…