Pesan dari Seorang Lukman

Sore ini entah kenapa aku bosan sekali, sampai-sampai aku tergoda untuk membaca pesan di inbox yang mencapai jumlah ribuan itu. Mengenang kembali bagaimana aku dulu membaca pesan itu saat masuk dan membunyikan ringtonenya. Atau bagaimana ekspresiku saat aku membalasnya. Itu semua begitu mengesankan.

Pada sebuah folder ‘pesan yang telah disimpan’, aku menemukan sebuah pesan yang telah dikirim sejak 29 Oktober 2011 yang lalu. Pesan singkat dari seorang sahabat yang beberapa lama ini menghilang dan tak pernah pulang. Pesan yang begitu tulus,sederhana tapi menyentuh itulah yang membuat saya bersemangat dan bertahan sampai sekarang. Pesan itu selalu mengingatkan aku ketika aku merasa jenuh.

Pesan singkat itu berisi

“teman-teman mari kita luruskan niat kita masuk korpus, kita ini masih magang ‘belum resmi’ jadi kru korpus, gue sebagai PJS gag mau kalau misalkan dari kita ada yang gag lolos dalam acara inagurasi ini, termasuk gue. Ingat, perebutan HARGA DIRI, harga diri kita men. Yuk kita bareng-bareng tunjukin komitmen,keseriusan,dan kesungguhan kita untuk korpus mulai sekarang”.

Aku inget banget pesan ini diterima waktu aku pulang ke pekalongan. Jujur waktu baca sms ini aku sedikit gemetar bahkan terharu karena dia begitu peduli dengan kami semua. Pesan ini yang membuatku yakin untuk bertahan disini. Tapi sayang, sudah beberapa bulan ini dia menghilang. Sahabat kami, keluarga kami. Lukman Maulana, kapan mau pulang ke rumah lagi.

Komentar