Gara-Gara AAN

ide ini muncul gara-gara aan, tadi selepas kuliah aku sempetin tuh main sebentar di kontrakan depan kostan. tujuan utamanya biasah mau minjem modem. maklum saja kiriman baru akan datang beberapa hari lagi jadi untu sementara modemnya puasa dulu.

jadi ceritanya pas aku main si aan nanya
"mi' bisa mbatik gag"

"bisalah, tapi gag jago"

"batik tulis mahal ya" (pake bahasa jawa ya)

"gag tau gag pernah beli, tapi mesti mahal lah buatnya aja susah udah gitu lama lagi prosesnya"

rasa-rasanya semua orang bakal berpikir kalo yang namanya batik tulis itu pastilah mahal. orang aku yang gag pernah beli aja udah mikir gitu. soalnya emang bener sih. sesuilah dengan jeri payah pembuatanya yang super ribet dan butuh kesabaran tinggi. untuk menyelesaikan sebuah kain yang panjangnya beberapa meter saja butuh berbulan-bulan. belum lagi ketelitian, kerapian sangat diperhatikan. satu titik saja malam yang jatuh akan mebuat pola batiknya jadi cacat.

selanjutnya aan bilang kurang lebih intiya begini
"yang biasah buat batik tulis itu orang-orang yang sudah tua ya, nanti kalo mereka udah gag bisa lagi ngebatik gimana"

untuk sepersekian detik aku sempat bengong, bingung mau ngejawab apa.
bener apa yang barusan aan bilang, akan kemanakah nasib batik tulis jika para pekerjanya ternyata tak mengalami regenerasi. aku cuma bisa menjawab apa adanya bingung mau gimana.

lalu pertanyaan barujuga muncul haruskah aku memindahkan cita-cita ku jadi pembuat batik tulis? tidak-tidak tapi harusnya apa yang aku dapatkan disini mampu menyelesaikan permasalahan ini. bagaimana caranya membuat batik tulis itu tidak kehilangan generasinya.

"umi kamu kuliah buat apa?"
aan selalu saja mempunyai pertanyaan yang bikin aku mati kutu, entahlah apa yang ia makan sampai-sampai menanyaiku hal seperti itu.
aku diam males menanggapi
"lho setiap orang kan berhak atas pilihanya masing msing" aku mengutuku aan dalam hati. ini bocah sangat menyebalkan.

inti dari perbincanganku siang tadi bareng aan sih, lestarikan budayamu. kalau bukan kamu siapa lagi generasi muda yang masih memikirkan kebudayaan daerahnya.

lalu tiba-tiba muncul lah ide gila ini. ide membuat canting yang lebih mudah digunakan. sehingga resiko untuk malam luber bisa teratasi. idenya berupa pistol malam, perah melihat lem tembak yang menggunakan pistol. seperti itu bayangannya. panas bisa diatur, saat menggambar pola akan mudah sehingga siapapun bisa membuat batik tulis dengan baik, meskipun dia pemula. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kalimat Motivasi

perjalanan