no title



Untuk beberapa waktu yang lama, aku sedikit merindukan dengan lantunan jemari tanggan yang bergoyang diatas keyboard. Mendendangkan sedikit music yang tentu saja hanya mampu aku perdengarkan seorang diri. Aku bisa menyebutnya music hati. Alunan music kerinduan dan sedikit kegundahan.

Semakin lama, sesaat aku mengamati dunia kecilku ada sebuah rasa yang mengganjal hingga rasanya benar-benar membuat aku merasa tidak nyaman. Ya sebuah rasa yang menjengkelkan sekaligus memuakan.

Aku mulai sedikit muak pada arti ‘benar’ dan ‘salah’, muak karena sekelompok orang menggagap dirinyalah yang paling benar. Membuat pernyataan bahwa orang lain adalah sebuah kesalahan. Padahal, mereka sendiri sering kali luput dari kesalahan-kesalahan yang mereka timpakan pada orang lain. sungguh tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang berhak memvonis manusia lain dengan pernyataan sedemikian. Apalagi sebelum ia sendiri menemukan kebenaran yang ia teriakkan.

Bagiku saat ini, bukan lagi masalah benar atau salah melainkan sebuah perkara untuk menyatukan hal-hal yang berbeda menjadi suatu kesatuan yang mampu saling menopang.

Mungkin ada sesuatu yang bisa aku syukuri ketika salah seorang teman menyampaikan bahwa lebih baik cukupkan berdebat untuk masalah yang sebenarnya kita tidak tahu. Lebih banyak hal yang bermanfaat ketimbang berdebat untuk menyalahkan golonggan lain atas persepsi orang.

‘lihatlah lebih dekat dan kau akan lebih bijaksana’ sherina

Jangan lihat dari sampulnya, jangan hanya mendenggar dari orang lain saja. Baca dulu barulah kita akan mengerti apa yang sebenarnya ada didalamnya.

Sering kali kita melontarkan sebuah pernyataan bahwa A adalah salah tanpa alasan yang jelas, dan hanya melihat dari tampilan luarnya saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kalimat Motivasi

perjalanan