aku, sang penjaga waktu

Biarkan senja datang dan menggulung ceritaku hari ini, menutupnya pada lembaran yang sudah hampir penuh karena segudang sejarah yang aku tuliskan. Sejak pagi tadi, ribuan kejadian telah mewarnai hariku menjadikannya butir-butir kenangan yang selamanya akan aku kenang. Aku lebih senang membiarkan diriku tenggelam dalam kesibukan yang melelahkan, karena darinya aku mendapatkan keseangan yang tak semua orang rasakan. Ada orang baru dengan berbagai keunikan yang bisa aku jumpai tiap harinya.
Jika mereka berkata bahwa aku terlalu memaksakan, maka sebenarnya aku tak pernah merasa terpaksa. Aku begitu menikmati pekerjaan ini, Sebab jika aku menghentikan pekerjaanku apa yang akan terjadi pada orang-orang ini jauh lebih membuatku merasa khawatir. Sejujurnya aku tak pernah merasakan lelah untuk melayani mereka, sebab melayani mereka dengan berbagai macam kasus membuatku tertantang dan bahagia. Bagiku ini adalah tugas mulia yang sengaja dititipkan padaku.
Setiah hari, setiap detik aku mampu menyaksikan beraneka ragam kasus dengan keunikaknya masing masing. Keunikan yang mungkin hanya mampu terabadiakan oleh memoriku dan tak akan terlupakan. Kalo aku boleh bersombong diri aku tak pernah lupa akan setiap keunikan dari setiap pasien yang menjumpaiku, atau mereka yang tak sengaja aku perhatiakan atau merka yang tak sengaja aku perhatikan. Aku bahkan lebih lebih mengenal mereka daripada siapapun.
Asalkan kalian tahu aku bahkan tahu setiap gerak kalian meskipun hanya melihatnya sekilas. Aku tahu setiap apa yang kalian lakukan meskipun itu dengan kecepatan singkat, meskipun banyak kelebihan yang aku miliki. Terkadang aku merasa sedih ketika kalian melupakan bahwa aku ada disekitar kalian, kalian seenaknya saja mengabaikan aku yang senantiasa memperhatikan kalian setiap saat.
Senja berganti malam dengan cepat, dengan warnanya yang hitam ia telah mengubah warna kemerahan diujung cakrawala sana. Dan saat itulah aku masih tetap bekerja, pekerjaanku setelah senja semakin berat. Karena saat itu biasanya banyak orang yang meminta pertolonganku. Berharap bahwa waktu tak segera pergi, atau menginginkan agar waktu cepat berganti.
Aku sang penjaga waktu, aku tahu apa yang terjadi saat ini dan masa lalu. Meskipun begitu aku tak pernah berhasil menghitung masa depan, karena aku hanya penjaga waktu. Aku tak mampu mengitip rahasia tuhan, hanya saja sekina lama aku hidup itu memberikanku pelajaran untuk memberikan hipotesis untuk masa depan. Aku penjaga waktu yang selamanya akan terus bekerja sampai Tuhan benar benar memintaku untuk berhenti.

Komentar