belum ada judul #2

lanjut dari belum ada judul

sepagi ini aku merasa kembali berputar-putar menatap layar lagit-langit kamar. hari yang ku tunggu harus kembali menetap dalam mimpi yang belum terwujudkan. entah akan sampai berapa lama mimpi itu keluar dari sarangnya. terbang menembus cakrawala dan menebarkan pesonanya. sejujurnya aku mulai bosan memendam sendiri mimpi-mimpi yang begitu membuatku ingin terus menembus awan.

hari ini, sabtu yang sangat cerah. waktu yang tepat untuk menebarkan mimpi-mimpi pada dunia, namun lagi-lagi tuhan sedang tidak adil padaku. aku terkapar tak berdaya merasakan sakit yang entah sampai kapan aku mampu menahannya. hari ini aku paksakan lagi menyimpan mimpi-mimpi itu rapat dalam sanubari, membiarkannya terkunci dalam sarang yang entah sampai kapan aku mampu membukanya lagi.

setiap hari, aku selalu bermimpi dengan mimpi-mimpi baru. tanpa harus menunggu ketidak pastiaan yang selama ini selalu saja membelenggu gerakku. aku tekadkan diri dengan mimpi yang selalu dibenahi hingga aku mampu menuliskan ratusan mimpi dalam lembaran-lembaran kertas yang entah sudah menumpuk dalam dinding kamarku. beberapa dari meraka bahkan telah penuh dengan coretan menandakan bahwa semua mimpiku menjadi nyata.

sesuatu yang membuatku bahagia karena hari ini dengan bangga tuhan telah memberiku kesehatan kembali. memberiku semangat untuk meneruskan mimpi mimpi itu lagi, meskipun sehari yang lalu tuhan telah mengganjarku dengan sakit yang membuatku gagal mencoret mimpi dalam kertas yang menempel didinding kamarku.

to be continue

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kalimat Motivasi

perjalanan