perjalanan pulang

selamat datang di dunia yang sedang random dan tidak jelas ini. pastinya karena saya hanya menunangkan apa yang sebenarnya sedang berkecamuk di otak saya. mungkin sebuah pernyataan atau kegndahan atau malah curhatan saya juga tidak tahu pastinya. sebab saya hanya ingin menuliskan kata-kata pada lembaran berbentuk digital ini.

sabtu lalu saya berhasil menempuh perjalanan selama 13 jam untuk sampai ke kampung halaman. perjalanan yang sangat lama dan melelahkan, karena sewajarnya saya sudah sampai di pekalongan dalam rentang waktu delapan jam. namun, mungkin Tuhan sedang memberikan ujian kesabaran bagi saya dan teman-teman.

saya pulang bersama sahabat-sahabat omda saya, atau lebih baik saya memanggil mereka sebuah keluarga. itu lebih baik sebab saya tak jadi pulang sendiri dengan menanggung resiko duduk dengan orang yang tak dikenal dalam perjalanan jauh bukan ide yang cukup bagus.

saya punya cerita tersendiri ketika saya melakukan perjalanan kembali ke pekalongan. entah itu cerita yang lucu sampai cerita yang membuat saya termotivasi. kepulangan saya kali ini menyimpan kisah yang cukup random. sebab seprti nano nano yang banyak rasanya kisah ini juga punya banyak rasa.

>> kehabisan tiket<<
sebenarnya bukan saya sih yang kehabisan tiket melainkan salah satu keluarga kami bang Rusli dia belum pesan tiket seperti yang saya lakukan sebagai ritual saya sebelum pulang, ini sebagai bentuk jaga-jaga biar dapet bangku. alhasil kami yang sudah berangkat ke terminal kelimpungan cari tiket dan alhamdulillah dapet tiket PO Dewi Sri.

>>kepengen kebelakang ditengah perjalanan<<
ini kisah keluarga saya yang lain lagi, Imam. di tengah perjalanan di kabupaten Indramayu, sebuah serangan yang kuat menyambar perutnya. saya meyakini saat ini perutnya sedang melilit sedangkan dia harus menguasai diri menahan rasa sakit. supir yang membawa kami seolah tak mau mengerti dan membiarkan salah satu keluarga kami menahan sakit sampai 30 menit. itu mengerikan!!.
setelah pintu bus terbuka alhasil dia memilih untuk segera loncat pergi dan baru kembali setelah istirahat kami hampir selesai.

>>gagal malam mingguan<<
lagi lagi si imam yang gagal malam mingguan bareng ami gara-gara kejebak macet. padahal dia udah bela-belain pulang sabtu pagi dan gagal malam mingguan itu rasanya nyesek parah.

>>kebablasan<<
yap harusnya aku turun di perempatan ponolawen, tapi sayangnya hal itu gag terjdi sebab bus lewat kota. alhasil aku milih turun di ramayana soalnya bapak nunggu disana. dan yang terjadi adalah saya kebeblasan turun sebab gag tau pasti ramayana sebelah mana, jadilah saya turun kejauhan dari rencana awal.

Komentar