SBY adalah Manusia



SBY adalah manusia, ya sama halnya dengan kita. Beliau makan nasi, makan sayur, makan tempe *kok jadi masalah makanan*. Hari ini *jum’at 20 desember 2013 lebih tepatnya* orang nomor satu di indonesia ini bakal bertandang ke Almamaternya IPB. usut punya usut bapak nomor satu di Indonesia *saat ini* dulunya alumni S3 IPB, bangga pasti donk pake banget malah. Heii orang nomor satu di Indonesia datang lho ke kampus saya.

Tadi di awal saya mengatakan bahwa SBY adalah manusia, dan SBY bertandang ke kampus saya IPB. apakah saya senang? Tentu saja senang sebab orang nomor satu itu menyempatkan waktunya barang sejenak untuk berkunjung ke kampus rakyat. Tapi, saya juga tidak senang sebab kuliah saya menjadi libur. Heiii bukankan kebanyakan pelajar suka kalo sekolah mereka diliburkan? Lantas apa yang membuat saya menjadi kesal. Tentu saja saya berhak kesal sebab itu artinya bakal ada kuliah pengganti di minggu tenang.

Malam ini *malam jum’at* beberapa tempat yang bakal di kunjungi sama presiden sudah dilakukan sterilisasi, bahkan katanya pihak keamanan sudah menyiapkan sniper yang siap siaga buat menembak orang orang bertingkah aneh. Siapapun kalian yang besok bakal ke kampus pasang muka semanis dan sebaik mungkin dan jangan sampai tertembak sniper.

Seru kali ya kalo banyak yang ngelindungin gitu, tentu saja seru tapi pasti ada hal yang tidak menyenangkan. Bayangkan saja setiap gerak kita selalu diawasi, haduh betapa ruang privasi kita mejadi sedikit terganggu. Belum lagi kemana-mana harus ditemani puluhan keamanan yang selalu siap siaga seolah hidup kita dalam bahaya.

Maksud saya menulis SBY adalah manusia tadi diawal tentu saja, saya sedang membayangkan bahwa terkadang Bapak pasti merasa jenuh dengan kehidupannya. Tentu saja setiap orang pasti pernah mengalami satu titik yang membuatnya lelah, begitupun Pak presiden. Kira-kira kalo presiden jenuh dia mau ngapain ya? Mau jalan jalan naik gunung, harus ditemani bodyguard, mau jalan jalan ke pantai temani pula sama bodyguard.

Pasti ada masa-masanya Bapak pengen bisa lebih bebas lagi seperti saat menjadi militer atau sebelum menjadi presiden. Pasti pak SBY pernah berpikir seperti itu, sebab bapak adalah manusia. Maaf ya pak SBY kalo mungkin tulisan saya salah dan menyinggung bapak, sungguh ini tidak ada maksud apapun hanya ingin mengatakan bahwa bapak adalah manusia seperti kami semua. Sebentar lagi pasti bapak akan merasakan kenyamanan hidup untuk lebih bebas, ya tidak lama 2014 siap menyongsong. Semoga selepas bapak tidak lagi menadi RI 1. Bapak akan bertambah kebahagiaan dan punya lebih banyak waktu bersama keluarga seperti dulu. Sebab saya tahu dan percaya SBY adalah manusia sama seperti saya.

Komentar

Posting Komentar