Soulmate 'JOE'



Setelah tiga tahun memendam rasa padamu bukankah aneh jika tiga tahun berikutnya aku tak lagi berjumpa denganmu, lantas sore ini entah rencana Tuhan yang mana membuatku melihat sosokmu yang masih sama seperti dulu. Membenakan diri dalam dunia buku yang membuatku setiap hari harus mengunjungi perpustakaan untuk meminjam beraneka buku demi berjumpa denganmu. Bukankah itu bodoh, aku sama sekali tak pernah mengajakmu berbicara sebab aku terlalu takut untuk memulainya.

Kamu gadis yang aneh, aku sebut demikian sebab kamu memilih menjadi tim club perpustakaan yang jelas-jelas tahun saat kita masuk akan di hapuskan. Bukankah benar kamu gadis yang datang ke ruang kepala sekolah meminta club itu jangan di bubarkan. Dua tahun berlalu dan club itu hanya beranggotakan dirimu, tapi kamu memang gadis pemilik tandatangan indah yang misterius. Sampai tahun ketiga akhirnya club mu memiliki tambahan anggota bukankah itu istimewa. Aku yakin kamu bahagia setidaknya kamu punya teman yang sehobbi dengan mu.

Lantas aku tak tahu mengapa saat pertama kali melihatmu aku langsung jatuh hati, sempat beberapa kali gadis populer disekolah mendekatiku. Tapi rasanya tampak berbeda, detak jantungku hanya mengarah pada setiap gerakanmu. Sampai sore ini aku tak yakin masih menyimpan rasa itu, tapi sore ini jantungku membuktikan bahwa aku masih menyukaimu sama seperti dulu.

Kamu masih sama seperti dulu, selalu asik dengan buku buku yang entah aku tak tahu berapa banyak buku yang telah kamu lahap setiap waktunya. Awalnya aku tak yakin akan menemuimu, tapi beberapa detik berpikir. Sudah saatnya bagiku untuk tampil dan menyelami kehidupanmu yang sepi. Karenanya sore ini aku duduk di sampingmu.

“sungguh, aku tak percaya kalo orang sepertimu mengenalku” katamu riang, aku baru tahu ternyata kamu tak sekaku yang otakku pikirkan.

Tentu saja aku mengenalmu, bukankah kamu gadis dibalik meja perpustkaan yang ada di jam istirahat siang. Mana mungkin aku tak mengenalmu, gadis yang selalu menjadi pembicaraan setiap sudut kelas seorang pemberani yang rela menghabiskan waktu di perpustakaan demi kehidupan club perpustakaan yang hampir mati. Mungkin kamu tak akan tahu semua orang sebenarnya mengenalmu.

“bagaimana kamu ada disini, rasanya aku tak pernah melihatmu disekitar sini joe”

Ternyata kamu orang yang penuh dengan tanda tanya, selalu ada banyak pertanyaan dan pernyataan yang keluar diri bibir mungilmu. Aku hanya tertawa sebab sudah sekian lama aku ingin mengajakmu berbicara, dan sore ini dibawah rindangnya pohon aku berhasil bercakap dengamu bukankan itu menyenangkan.

Sungguh aku bahagia melihatmu lagi, setelah tiga tahun memendam rasa. Setelah tiga tahun berikutnya aku kehilanganmu. Dan sore ini Tuhan dengan rencananya yang entah aku tak tahu mengirimkan langkahku untuk menyusuri taman yang sering kali aku abaikan. Mungkin ini sebagai pertanda bahwa kamu adalah belahan jiwa yang Tuhan siapkan untuk ku.

Sejak sore itu aku menjadi semakin sering mengunjungi taman ini, sekedar untuk melihatmu dari jauh atau terus terang menemuimu dengan berbagai alasan yang tentu saja masuk akal bagiku. Rasanya aku semakin senang berbincang denganmu, kamu selalu punya hal yang bisa dibagikan dan kamu adalah pendengar serta pembicara yang sangat baik.

Kamu tahu aku sudah menyukaimu sejak dulu, sejak pertama kali aku melihatmu. Sejak pertama aku meminjam buku di perpustakaan sekolah. Sejak sebelum aku dan kamu bercerita di bangku kayu dibawah pohon rindang di ujung taman. Dan semenjak sore ini kamu telah menjadi bagian dari warna yang berbeda dalam hidupku.

Komentar

  1. hmmmm ,, roman-roman'a ini pngalaman pribadi ya???
    hehee...

    BalasHapus

Posting Komentar