journey to Lampung

hujan masih menghiasi bogor saat percakapan antara aku, dan mereka dimulai. percakapan sederhana untuk melepas penat setelah berkutat dengan beraneka kode yang harus dipecahkan. liburan itulah tema percakapan kami, ringan dan menyenangkan.

aku : erni pulang?
erni: iya.
aku : pengen eh maen ke lampung
erni : ayok kalo mau ikutan maen.
irlian : ayok kita ke lampung.

sebenarnya percakapannya masih panjang cuma intinya itu, aku pengen maen ke lampung


rabu sore, akhirnya berhasil menyelesaikan misi untuk semester ini, ya UAS di semester lima akhirnya terlampaui. kami siap menempuh perjalanan bogor lampung sabtu pagi. restu dan ijin orang tua sudah di tangan, perbekalan ongkos yang pas-pasan sudah di kantong. niat yang bulat sudah ditanam jauh-jauh hari di hati.

sabtu pagi kami di buat galau, karena irlian mendapat kabar ombak di pelabuhan merak-bakauheni terancam besar. aku sempat berpikir tidak jadi berangkat dan membuang bayangan tentang lampung, propinsi ujung pulau sumatra. tapi lagi-lagi karena niat akhirnya jadilah kita berangkat dan berkumpul di BNI samping kampus. kami berangkat pukul 9:40.
erni, aku, bunda, irlian

aku, irlian, erni, dan bunda kami berempat siap melakukan perjalanan panjang. bogor-lampung dengan istilah ngeteng tidak ada yang aneh dari perjalanan kami semuanya lancar dan menyenangkan. kami tiba di pelabuhan merak pukul 16:00 (kurang lebih segitu). kami menumpang kapal feri dan duduk di ruang lesehan (serius lho aku baru ke dua kalinya nyebrang antar pulau dan tahu ada istilah ruang lesehan).

diruang lesehan kalian bisa duduk sambil lesehan dan berguling-guling sambil tiduran. ini nyaman banget buat kalian yang ga tahan sama laut yang bergelombang. waktu di ruang lesehan aku, erni sama bunda asik main kartu lho, dan aku menag terus padahal aku awalnya ga bisa main tapi keberuntungan rasanya selalu berpihak padaku. haha

pas diruang lesehan juga kita kenalan sama manusia baru yang menyelaatkan diri dari banjir, namanya mas risky dia ikut gabung maen kartu juga sama kita, alhasil aku punya tokoh lagi buat jadi bahan cerita.

Komentar