kangen



Tiba tiba kangen, iya seperti udara yang berhembus meniup daun dan mengajaknya terbang hingga lelah kemudian membiarkannya jatuh perlahan lahan. Memberinya kesempatan untuk bersua dengan tanah yang hanya bisa pandang dari ranting ranting sebagai tempat peristirahatan.
Iya saya kangen, rindu bahkan terlalu dan sangat. Masa-masa saat hitam menjadi teman yang paling hangat dan damai. Saat bisa terbang jauh melihat dunia hanya dari layar yang tak lebih lebar dari televisi tabung di rumah. Saat angin bertiup membisikan waktu, saat bintang dengan setia menjadi sahabat.
Bukan hanya rindu biasa, sebab lama tak mengunjungimu membuatku malu. Ahh sungguh aku rindu masa-masa itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kalimat Motivasi

perjalanan