Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Aku Akan Menunggu

Gambar

hirarki dalam kepanitiaan

kali ini saya akan sedikit bercerita tentang sebuah kepanitiaan, sudah tidak asing bukan dengan hal yang satu itu. untuk membuat sebuah even biasanya akan dibentuk sebuah kepanitiaan dengan tugasnya masing-masing. kadang kala mengikuti sebuah kepanitiaan memiliki gengsi sendiri.

misalnya saja kalian berperan serta dalam sebuah kepanitiaan yang mengundang tamu istimewa misalnya presiden. pasti kepanitiaan akan terasa lebih ekslusive dan keren. dalam sebuah kepanitiaan berlaku juga strata yang mengolongkan beberapa divisi dalam kotaknya masing-masing.

misalnya saja divisi acara, orang-orang yang katanya pandai mengonsep dan meramu kegiatan menjadi hal yang menarik. dalam pembukaan kepanitiaan sering kali divisis ini memiliki peminat yang paling banyak karena ketika sudah disebut divisi acara maka yang terlintas adalah orang orang keren *katanya.

selain acara ada juga divisi yang gag kalah banyak minat seperti divisi PDD "publikasi dekorasi dan dokumentasi" yang ga kalah ekslu…

Belajar

hidup adalah tentang sebuah pilihan, rasa-rasanya sudah tidak asing dengan kalimat yang satu ini. saya sudah pernah mendengarkan kalimat ini berpuluh-puluh kali bahkan tanpa sadar saya juga sering mengucapkannya. sadar tanpa sadar saya sering sekali menuliskannya dalam media sosial, saya juga sering mencatatnya dalam note kecil.

hari ini saya mencoba peruntungan untuk memilih dari dua buah pilihan, mengkuti seminar atau ikut menjadi salah satu tim relawan pada out bond yang diadakan oleh salah satu kakak angkatan. sejujurnya saya sudah membayar seminar yang akan saya ikuti dengan cukup mahal, mahal untuk ukuran mahasiswa yang masih nodong sama orang tua. mahal karena itu bisa buat makan selama tiga hari.

tetapi saya memutuskan untuk lebih memilih menjadi relawan dan merelakan seminar saya, bukan karena saya akan bersenang-senang. tapi ini tentang sebuah pengalaman baru yang akan saya dapatkan hari ini. pengalaman dimana saya akan mengondisikan puluhan manusia yang tidak saya kenal, p…

Lima Belas Jam

lima belas jam bukan waktu yang singkat untuk di habiskan dalam sekejap. ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan waktu sebanyak itu. jum'at yang lalu, lima belas jam aku habiskan untuk duduk. menatap layar datar komputer dengan punggung yang mengluh lelah. jum'at yang lalu ketika semua orang bergembira merayakan libur panjang (yang cuma tiga hari), aku memilih duduk menikmati deretan angka tak bernyawa.

jum'at yang lalu, ratusan kode harus dipecahkan untuk menghasilkan sebuah temuan baru. pengetahuan baru yang sering diabaikan dan dianggap melelahkan. nyatanya memang benar ini melelahkan bahkan sangat membosankan. tetapi, Tuhan selalu pandai menghibur hambaNya yang kebosanan. Ia memberikan banyak kawan yang bernasib sama sehingga kami masih bisa tertawa, getir namun bahagia.

semoga Tuhan membalas usaha Kami dengan balasan yang paling indah :)

bakso di malam minggu

Gambar
sabtu yang bisanya libur, gag berlaku buat aku. sabtu ini aku masih kuliah dan sorenya masih harus mengikuti acara monitoring and evaluation (MONEV) yang diadakan sama kampus. tapi itu bukan masalah serius yang perlu diseslakan sebab sabtu ini aku juga berhasil bersenag-senang.

lewat sapa dari twitter aku berhasil meracuni dua teman untuk jalan bareng. bukan sekedar jalan bareng biasa, meskipun cuma jalan ke warung sebrang kampus. kota bukan jadi pilihan kami buat malam mingguan soalnya perjalanan malam minggu dari Dramaga ke kota sama seperti jalan di tengah macetnya lalulintas ibu kota "melelahkan dan menyebalkan".

pukul lima sore kita bertiga janjian didepan berlin "jalan tikus yang ada di sebrang fakultas pertanian". karena Asdani "temen aku yang lain" ga punya pulsa dan cuma punya paket data alhasil untuk janjian kami menggunakan fasilitas twitter dengan mention satu dengan yang lain.

sambil menunggu satu lagi teman yang belum tiba, kami menghabiska…

kabar duka dari rumah

hari ini kabar duka menyambangi saya, sebuah pesan dari kampung halaman. Budhe pulang ke rumah Allah. seminggu lalu saya masih sempat bertemu beliau, lemah dan tak sehat. beliau tidur diatas kasur dengan tatapan kosong, tubuhnya makin kurus dengan selang yang menjulur menusuk lengannya.
saya sempat berjumpa dengan beliau dua kali, pertama saat saya kembali dari perjalanan dan yang kedua ketika saya hendak kembali ke bogor. rasanya seperti masih belum percaya kalo budhe sudah pulang. tapi inilah kenyataan. setelah dua minggu menginap di rumah sakit, dan setelah mencoba untuk pasrah pada Allah akhirnya budhe di panggil. semoga budhe bahagia bisa bersua dengan Allah.
semoga kami ikhlas, seperti budhe ikhlas untuk meninggalkan dunia yang fana ini. semoga keluarga besar budhe bisa diberi kesabaran sebagaimana budhe bersabar untuk menerima sakit yang beliau derita beberapa waktu terakhir.
"selamat jalan budhe, semoga Allah memberikan tempat terindah buat budhe di surga-Nya"

UTS selesai waktunya PULANG

Gambar
akhirnya UTS selesai, perjuangan seminggu ujian akhirnya terbayar dengan "PULANG". kemarin aku berhasil buat pulang kampung ketemu sama orang-orang tercinta di rumah. setelah ujian dua matakuliah tentunya rasanya ini seperti sebuah hadiah besar "bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian".

sore 8 april 2014 sebelum akhirnya aku pulang, masih ada satu kewajiban lagi yang harus ditunaikan. bertandang ke salah satu adik tutor yang kebetulan ada di perumahan Baranangsiang buat ngajar materamtika. karena mau pulang aku berencana ngajar lebih cepet supaya jam setengah enam udah nyampe di terminal.
rencana yang satu ini berhasil,  tapi sayang bus langganan yang bisa aku tumpangi setiap pulang mendadak udah full. alhasil aku harus cari bus alternatif lain yang selalu saya hindari. alasanya pertama bus ini memiliki tempat peristirahatan yang "sangat tidak nyaman", kedua mereka suka menaikan pedagang asongan dan pengamen dengan sounds system yang ditenteng se…