jangan tunda PULANG

banyak yang terpaksa ga pulang dengan alasan masih banyak tugas, masih banyak deadline (garis kematian) yang kudu dilayani. saya selalu merasa tertantang untuk pulang, untuk sekedar menyapa pohon cengkih depan rumah, menyapa plat G dari dekat mencicipi semangkuk pindang tetel di pinggir lapangan gemek. dan yang tak kalah penting, pulang adalah waktunya menumpahkan rindu untuk mereka yang jasanya tak terbalaskan oleh apapun. Ayah dan Ibu kedua sosok yang tak lekang oleh waktu.

pulang itu cambuk. selalu mekasa saya untuk segera menyelesaikan tugas dan tidak berlarut untuk menikmati pengunduran garis kematian. pulang itu cambuk yang menyegerakan saya menyelesaikan banyak tugas, sebab pulang adalah liburan tidak ada atau apapun yang membuat beban. pualng itu cambuk penyemangat saat malas. sebab pulang selalu mengantarkan saya untuk menyudahi rindu.

kamu masih mau nunda pulang karena tugas? saya ENGGAK. pulang ya pulang...
kamu masih mau nunda pulang karena belum sukses? maka segeralah jadi sukses biar cepet pulang...

karena dalam diam, ibu menunggu. menanti didepan pintu berharap ada suara dari sosok yang dia rindukan. jangan tunda pulang atau yang ada hanya penyesalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kalimat Motivasi

perjalanan