aku memanggil mu hati


sumber: womenhealt.org
Dunia benar-benar sudah tidak aman, tidak buat aku bahkan juga buat kamu. Orang baik sepertinya sudah benar-benar lenyap dari permukaan bumi, saat ini yang akan kamu jumpai adalah orang-orang yang berpura-pura baik demi sebuah kepentingan. Aku tak yakin kamu akan baik-baik saja mendapati dunia yang sudah mulai menjengkelkan ini.

Tentu saja aku tak selamanya bisa menjagamu, tidak dengan keadaanku yang seburuk ini. Kamu mungkin harus bersembunyi ditempat paling gelap sekalipun, karena aku tak ingin mereka menemukan dan membunuhmu dengan kejam. Aku ingin kamu tetap hidup agar manusia yang lahir setelahku masih bisa menikmati dunia yang indah ini.

Aku harap kamu mengerti, betapa berharganya dirimu. Betapa berbahayanya mereka jika kamu ditemukan. Kamu masih ingat mereka telah membunuh sahabat-sahabatmu dengan keangkuhan dan keserakahan. Kamu harus kuat, karena kamu satu-satunya pembawa harapan. Aku berjanji akan menemukan sahabatmu yang lain, sahabatmu yang selamat dari keganasan mereka.

Masih ada harapan diluar sana, aku menemukan sahabatmu yang lain. Aku berjanji aku tak akan salah lagi, aku tak akan membahayakan hidupmu lagi. Aku bisa merasakannya, merasakan keberadaan sahabatmu dihati mereka. Semoga Tuhan benar-benar menjawab semua kegelisahanku dengan pertemuan itu. Semoga dipertemuan selanjutnya kamu bisa bertemu mereka.

Aku benar-benar seperti bunglon, menyamar sesuka hati. Menyelusup dalam ranah yang seharusnya tak boleh aku dekati. Terkadang aku melupakanmu untuk sesaat, karena aku harus bertahan dalam dunia yang sudah tidak aman. Sungguh yang aku takutkan aku bukan lagi menjadi bunglon tapi berubah menjadi ular.

Besok aku berjanji bertemu mereka, disuatu tempat yang pasti kamu suka. Aku akan membawamu kesana, tentu saja aku akan membawamu diam-diam. Karena aku harus tetap waspada bahkan pada mereka. sama sepertimu aku juga berharap mereka bukan ular yang menyamar menjadi bunglon sepertiku.

“kamu dimana?, kami sudah menunggu ditaman seperti yang kita janjikan”

Hei mereka sudah tak sabar menunggu kedatanganku, oh Tuhan semoga mereka benar-benar orang baik seperti yang engkau janjikan. Kamu akan segera bertemu mereka, sahabat-sahabatmu. Jadi besabarlah untuk terus bersembunyi.

“aku dalam perjalanan, tunggulan sebentar”

Aku harap mereka mau bersabar, ah maaf kamu harus bersembunyi terlalu lama.

“kami tunggu :)

Mereka orang-orang baik, semoga Tuhan membalas kebaikan mereka. dan semoga mereka bukan penipu tentunya.

Kamu bisa melihat merekakan, apakah kamu bisa merasakan kebaradaan sahabat-sahabatmu. Aku bisa merasakan keberadaan mereka, aku yakin mereka sahabat-sahabatmu. Hai, kenapa kamu seperti ketakukan. Apa yang sebenarnya terjadi, lebih baik kita berhenti disini aku tak yakin kamu baik-baik saja.

Kamu merasakan sahabat-sahabatmu dalam keadaan sekarat, ahh... tentu kita tak akan datang kesana. Aku akan mengirimkan pesan jika kita tak jadi datang, ternyata mereka sama saja seorang penipu dan pembunuh. Aku putuskan aku tak akan menjadi bunglon lagi, bahkan ketika tak ada setupun yang menerimaku aku tetap bisa bahagia sebab kamu masih setia.

Sesungguhnya bukan aku yang menjagamu, tapi sungguh kamulah yang senantiasa menjagaku. Terus membimbingku untuk menunjukan jalan itu, menunjukan yang putih adalah putih, yang hitam adalah hitam. Kamu juga yang membuatku berani untuk mengatakan kebenarannya meskipun berkali-kali aku mengingkari. Namun, hari ini aku makin yakin bahwa kenbenaran adalah kebenaran. Dan kebenaran bukanlah pembenaran. Kamulah hati nurani, kamulah cahaya yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang yang mengaku dirinya adalah manusia.

Komentar