Jumat, 17 Februari 2017

Saya (Mau) Jadi Muslim Yang Keren

Saya lahir sebagai seorang muslim, Ibu dan Ayah saya adalah orang yang taat. setiap waktu mereka selalu mengingatkan anak-anaknya untuk tidak pernah meninggalkan sholat dan membaca Al-Qura'an. semasa SMP saya hidup dilingkungan Boarding School yang sangat islami, saya belajar banyak hal disana. setelah lulus saya bersekolah kembali di salah satu sekolah menengah atas islam swasta di kota saya. pun disana saya selalu diingatkan untuk selalu menjadi muslim yang taat.

kemudian selesai saya menyelesaikan pendidikan SMA saya merantau lagi ketempat yang lebih jauh. disini saya bertemu dengan manusia yang begitu heterogen. mereka dari suku, agama, dan keyakinan yang berbeda-beda. disinal saya mengenal dunia yang berbeda dari sebelumnya. disisnilah untuk kali pertama saya memiliki teman seorang non muslim. bahkan teman saya ini menjadi salah satu teman terdekat saya selama menjalani masa perkuliahan.

kami sering bermain bersama, bahkan jika waktu sholat tiba dia terkadang mengingatkan saya untuk menyegerakan sholat. dia begitu toleran pada saya dan kami berteman dengan baik tanpa melihat siapa dan apa yang kami percayai. bagi saya dia adalah salah satu teman terbaik saya selama kuliah. saya bersyukur sekali karena Allah mentakdirkan saya untuk kuliah disana dan bertemu dengan manusia yang heterogen. disanalah laboratorium pertama saya dalam urusan toleransi.

guru saya pernah berkata bahwa "islam adalah rahmatanlil'alamin". islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang, kelembutan, kebijaksanaan semua kebaikan ada bersama islam. tapi akhir-akhir ini saya merasa sedih sebab segelintir orang telah membuat islam begitu jahat. islam yang saya kenal begitu toleran pada semua makhluk di semesta menjadi begitu jahat bahkan pada makhluk yang lain.

islam yang saya kenal tidak demikian, isalam yang saya kenal adalah yang sejuk dan menyejukan. islam yang saya kenal mengayomi semua makhluk bukan malah bermusuhan. sejujurnya saya tidak suka menyebut "non muslim dengan sebutan kafir" bagi saya kafir adalah sebutan mereka yang memusuhi islam. sedangkan apa yang salah dari tidak menjadi muslim, mungkin memang cahaya islam belum sampai padanya. apa yang salah dari mempercayai kepercayaan lain, bagi saya selama mereka tidak mnganggu tidak masalah. dan Allah sendiri berfirman "bagiku agamaku, dan bagimu agamamu". 

sepatutnya jika kita inginkan semua orang menjadi muslim, maka tunjukan bahwa islam itu benar-benar agama yang penuh dengan kasih sayang. ini hanya sebagaian kecil opini saya, kegalauan saya akhir akhir ini karena banyak hal yang terjadi, kegalauan saya karena merasa ada yang tidak beres. 

ayo jadi agen muslim yang baik, yang mampu menyejukan dan meneduhkan. yang bisa menjadi penghilang dahaga dari kehausan. dan tunjukan bahwa islam adalah agama yang penuh kasih dan sayang.




0 komentar:

Poskan Komentar

 

Jurnal of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates