Dua Puluh Tiga Tahun

Selamat berdua puluh tiga yang terlambat... tidak ada selamat ulang tahun, tidak ada kado, tidak ada kejutan. semuanya seperti hari-hari biasa tanpa ada kata spesial. semua orang lupa dan aku pun tak berniat mengingatkan pada mereka.

dua puluh tiga ku tak terlupakan, Pak Dhe ku dipanggil menghadap Tuhan lebih awal tepat sehari setelah aku genap 23 tahun. Aku masih ingat bagaimana pak dhe selalu bermain dengan ku saat aku masih kecil dulu. rumah pak dhe dan rumah simbah memang tidak jauh malahan ini seperti dua keluarga dalam satu rumah yang dibatasi dengan teras kecil. setelah berjuang melawan gagal ginjal selama setahun akhirnya Allah lebih sayang sama beliau.

usiaku dua puluh tiga tahun, dan aku selalu mendapatkan pertanyaan kapan menikah? beberapa teman dekatku sudah menjalankan kehidupan mereka dengan pasangannya masing masing. dan Aku masih memilih sendiri, bukan tidak ingin hanya saja aku belum menemukannya saat ini.

usiaku dua puluh tiga tahun, dan aku belum banyak berkontribusi untuk daerahku. aku masih belum melakukan perubahan yang membuat bangga kampung halamanku. aku masih sibuk menuruti keinginan dan keegoisan diri. dan aku sudah dua puluh tiga tahun.


dua puluh tiga tahun dan banyak mimpi yang belum tercapai banyak harapan yang masih menjadi harapan banyak cita cita yang belum terpenuhi. dua puluh tiga tahun, aku berdoa semoga sebelum habis masanya aku bisa berguna bagi sesama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kalimat Motivasi

perjalanan