Kisah Kucing Saya

 
Dulu sekali ada seekor kucing di rumah saya, bulu-bulunya berwarna putih bersih. Saya tidak ingat bagaimana kucing itu ada di rumah, dia biasa makan di rumah saya atau makan di rumah pakde saya. Waktu pertama kali dia datang  ke rumah, dia sudah terlihat dewasa sehingga kami sepakat menamainua pakde kucing.

Beberapa waktu lamanya pakde kucing tidak menampakan diri di rumah kami, saya tidak tahu penyebabnya dia tiba-tiba menghilang. Dan saat dia kembali bulu-bulunya sudah kotor dan ada bekas luka ditubuhnya. Tidak lama kemudian pakde kucing meninggal.
 

Selepas pakde kucing pergi, tidak lama kemudian muncul lagi seekor kucing belang dirumah kami. Kucing yang satu ini pemalas hobinya tidur didekat tungku masak sambil menemani mamak memasak. Dia tidak suka menunggu atau mencuri. Saat tak masak ikan kadang saya cuma kasih dia gorengan dan sibelang doyan.

Tak lama waktu berselang terdengar rumor bahwa belang akan diadopsi oleh seseorang yang butuh teman. Saya menolak kalau belang dibawa pergi. Dan di suatu siang saat saya bermain bersama teman-teman salah seorang kerabat saya keluar rumah dengan membawa karung. Saya tidak yakin apa yang dia bawa, tapi saya curiga dia membawa belang. Saya marah tapi apa yang bisa dilakukan oleh seorang anak kecil yang bahkan tidak bisa menolong dirinya sendiri.

Akhirnya tahun berganti dan saya bertemu seekor kucing kecil. Saya sempat memberi dia nama tapi saya lupa. Kebersamaan saya dengan kucing yang satu ini juga tidak lama sebab si kucing yang malang harus mati dilindas kendaraan karena keteledoran saya yang mengajaknya main dekat jalan depan rumah. Saya mengangisi kucing malang itu tapi tangisan tidak akan membuat dia kembali.


Mengingat kembali peristiwa itu seolah membuka kenangan lama, bukan hal mudah menyaksikan kematian didepan mata. Kemudian Kami kubur kucing malang itu dibelakang rumah.


Dan sekarang ada seekor lagi di kantor semoga edumeng berumur panjang.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kalimat Motivasi

perjalanan