Di Bully atau Tak Dianggap Sama-Sama Menyakiti

braungardt.trialectics.com
Manakah yang lebih menyakitkan di bully atau tidak dianggap?

Sebagai makhluk sosial, interaksi antara sesama sangatlah penting, manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa melakukan interaksi dengan orang lain. Mengabaikan keberadaan orang lain dalam sebuah perklumpulan tentulah bukan hal bijak dan tak sepatutnya dilakukan. Menghakimi kondisi seseorang karena kelemahan yang ia miliki pun bukan hal baik dan tentulah itu sangat menyakitkan. Terkadang kita memang harus bertukar jiwa seperti yang dikatakan Tulus dalam single terbarunya. Letakan posisi kita di tempat orang lain agar kita juga bisa merasakan apa yang dia rasakan.

Beberapa hari ini saya selalu ditemani sebuah novel karya Akiyoshi Rikako yang berjudul The Dead Returns yang menceritakan pertukaran jiwa dari seorang anak laki-laki biasa bernama Koyama Nobuo ke tubuh anak-laki-laki bernama Takahashi Shinji. Pada kasusnya Koyama Nobuo adalah anak laki-laki dengan penampilan yang suram dan maniak kereta api, ada atau tidak nya dia didalam kelas tidaklah mempengaruhi keadaan. Semua orang di kelas seolah sepakat bahwa mereka tidak akan ikut campur kedalam kehidupan Koyama.

Dalam bukunya Akiyoshi Rikako menuliskan
"Tidak dipedulikan dan tidak dianggap itu lebih menyakitkan dibandingkan di bully"
Coba bayangkan dan rasakan bagaimana kondisimu saat kamu berada dalam sebuah kelompok dan tidak ada satupun yang mengajakmu bicara? tidak ada yang menyapamu, tidak ada yang peduli keadaanmu? it's not bullying but it's more painful than bullying. Mungkin akan terasa menyakitkan jika seseorang menertawkan penampilanmu, mencemooh kondisi fisikmu, mencerca kehidupanmu. tapi tidak dipedulikan rasanya jauh lebih menyakitkan. 

Ada beberapa alasan kenapa seseorang mem-bully dan berlaku tidak menyenagkan pada orang lain.

Pertama : Fisik
Tuhan menciptakan manusia dengan keunikannya masing-masing, sometime kita menemukan orang dengan kriteria cantik dan ganteng berdasarkan kriteria yang tentunya sudah disepakati oleh banyak orang. orang-orang yang berada dibawah kriteria standar biasanya akan mudah dikucilkan dan dicemooh. bahkan orang yang terlalu cantik dan ganteng pun terkadang masih kena bully, percayalah tidak ada orang yang sempurna pun kalau kamu mencarinya di dunia ini kamu tidak akan menemukannya.

Kedua : Kepribadian
Beberapa orang memiliki kepribadian yang unik atau bahkan dianggap aneh oleh sebagian yang lain. Orang-orang dengan kepribadian yang menurut kebanyakan orang dianggap aneh biasanya akan tersingkir dari perkumpulan. mereka memiliki dunia sendiri, dan orang yang mengannggap mereka aneh mulai berbisik dan mengejek. Biasanya orang yang memiliki kepercayaan diri yang kurang akan menjadi mangsa empuk bagi para pem-bully.

Dua alasan diatas adalah faktor utama dari banyaknya faktor yang menyebabkan bullying tetap terjadi. Sebagai makhluk yang diciptakan dengan perasaan kita tentunya harus bisa berempati terhadap perasaan orang lain. Mengghargai dan mentoleransi apa yang dimiliki oleh setiap orang, coba ambil cermin dan lihatlah lebih jauh kedalam. Apakah kita sudah cukup baik sehingga kita menganggap orang lain jauh lebih rendah dibandingkan diri ini. Waktunya berbenah, karena tidak ada manusia yang selalu benar terkadang mereka melakukan kesalahan dan menyakiti. Akan tetapi manusia yang beruntung adalah dia yang mau memperbaiki kesalahhnya. Mulai sekarang, jadilah manusia yang memanusiakan. Cegah bullying dan jangan biarkan orang sekitarmu merasa tidak berguna. Ajak bicara si penyendiri, ajak tertawa si pemurung, kemudian jadikan setiap orang disekitarmu merasa bahwa kehidupan mereka berarti.

Sekarang mulai amati sekelilingmu, jangan biarkan orang lain merasa hidupnya tak berguna sehingga dia berpikir untuk mengakhiri hidup. Ketika Tuhan masih mengijinkan kita untuk hidup sampai saat ini tentulah ada kebaikan dari diri kita yang orang lain rasakan. Bahkan seekor nyamuk yang kita anggap menganggu masih memiliki manfaat. Apalagi kita sebagai manusia yang telah diamanahkan untuk menjadi pemimpin di Bumi ini.
STOP BULLYING AND MAKE ANOTHER PEOPLE FEELING USELESS.

Komentar